Mar 2026
15

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kemenhut Perkuat Arah Pasar Karbon Melalui Strategi Terkoordinasi
nusantara | Senin, 17 November 2025 | 13:31:20 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : *
Penasihat Utama Menteri (PUM) Kehutanan Edo Mahendra dalam rangkaian acara COP30 di Belem, Brasil, Minggu (16/11/2025). (ant)

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan langkah strategis untuk memperkuat dan mengoordinasikan pengembangan pasar karbon nasional guna mendukung target penurunan emisi dan pembangunan berkelanjutan.

“Pendekatan yang koheren dan terintegrasi dapat memastikan bahwa tindakan setiap sektor berkontribusi terhadap tujuan nasional bersama, memobilisasi pendanaan, mencapai target pengurangan emisi, dan mendukung pembangunan inklusif,” kata Penasihat Utama Menteri (PUM) Kehutanan Edo Mahendra dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Edo menyoroti pentingnya design principles sebagai fondasi koordinasi lintas sektor dan lembaga agar pasar karbon Indonesia tumbuh secara terintegrasi, kredibel, dan menguntungkan bagi perekonomian nasional.
Menurut dia, Indonesia kini memasuki fase kritis dalam implementasi pasar karbon, tantangannya bukan lagi sekadar membangun pasar, tetapi memastikan seluruh skema berjalan selaras dan mendukung prioritas nasional.

Baca :

“Indonesia harus memastikan bahwa setiap sektor bergerak dalam satu arah yang sama. Prinsip-prinsip desain ini menjadi panduan penting agar pasar karbon tumbuh terkoordinasi, menyalurkan pembiayaan hijau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Edo.

Ia menambahkan, terdapat 10 prinsip utama yang menjadi kerangka membangun pasar karbon terkoordinasi.
Prinsip-prinsip ini dirumuskan melalui konsultasi luas dan disesuaikan dengan konteks Indonesia, dengan fokus pada tiga prioritas nasional yaitu mengakselerasi pembiayaan untuk pertumbuhan hijau dan inklusif, menyeimbangkan pemenuhan target NDC di dalam negeri dan penjualan kredit karbon ke luar negeri, dan mendorong investasi rendah karbon yang bersifat katalitik dan menghasilkan manfaat ekonomi luas.

“Menegakkan prinsip-prinsip ini akan membantu memastikan bahwa pasar karbon Indonesia berfungsi sebagai sistem yang terkoordinasi yang menghubungkan ambisi iklim dengan investasi, daya saing, dan pertumbuhan berkelanjutan diseluruh perekonomian,” ujar Edo.

“Jika kita membangun pasar karbon dengan koordinasi yang kuat, Indonesia tidak hanya memenuhi target iklimnya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat,” imbuhnya.(ant)

Terbaru
sportainment
Imbang Lawan West Ham, Man City Gagal Dekati Arsenal
Minggu, 15 Maret 2026 | 07:20:58 WIB
pekanbaru
Tahun Ini, Baznas Riau Optimis Kumpulkan Rp70, 4 M
Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:33:52 WIB
pekanbaru
ASN Pekanbaru Dilarang Mudik Pakai Mobil Dimas
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:16:11 WIB
Artikel Popular
1
politik
Sah, Dikemri Terpilih Jadi Ketua BM PAN...
Rabu, 11 Maret 2026 | 05:42:56 WIB
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
hukum
3.815 Personel Gabungan Kawal Lebaran di...
Jumat, 13 Maret 2026 | 06:09:48 WIB
Ketum Ormas PETIR Divonis 6 Tahun Penjara Kasus...
Rabu, 11 Maret 2026 | 20:00:00 WIB
Nasional
Puasa Ramadan Memanusiakan...
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:00:00 WIB