Mar 2026
07

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Antisipasi Bahaya Narkotika, BNN Lakukan Penyuluhan di SMAN 1 Bangko
rohil | Kamis, 20 November 2025 | 16:40:50 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : afrizal

BAGANSIAPIAPI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada siswa-siswi SMAN 1 Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (20/11). Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.  

Kepala BNN Dumai, AKBP Sasli Rais SH, menyampaikan bberdasarkan data survei, tingkat penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja masih cukup tinggi. Hal ini menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan penyuluhan secara berkelanjutan.  

“Kegiatan bukan hanya dilaksanakan di SMAN 1 Bangko saja, tetapi akan terus digelar di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar Sasli Rais usai memberikan materi penyuluhan.  

Baca :

Menurutnya, siswa merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibentengi dari pengaruh buruk narkotika. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka mampu menolak ajakan maupun bujukan untuk mencoba barang haram tersebut.  

Mantan Kapolsek Bangko itu menjelaskan, wilayah Rokan Hilir memiliki garis pesisir sepanjang lebih dari 230 kilometer lebih. Kondisi ini menjadikan daerah tersebut rawan sebagai pintu masuk narkotika dari luar negeri.  

Banyaknya pelabuhan tikus di sepanjang pesisir juga memperbesar peluang masuknya narkotika secara ilegal. Karena itu, pengawasan di wilayah ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum.  

BNN telah melakukan pemetaan dan monitoring terhadap sejumlah titik rawan. Beberapa daerah yang dinilai berisiko tinggi antara lain Kecamatan Sinaboi, Panipahan, Kubu, dan Pulau Halang.  

Daerah-daerah tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat karena akses yang terbatas. Kondisi ini membuat pengawasan semakin sulit, sehingga diperlukan strategi khusus untuk menutup celah masuknya narkotika.  

Ke depan, BNN berkomitmen meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir tersebut. Sasli Rais menegaskan pentingnya kolaborasi dengan unsur pemerintah daerah agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.  

Selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan berperan aktif. BNN berencana membentuk penggiat anti narkotika di berbagai tingkatan, mulai dari kelurahan, desa, RT, sekolah, komunitas remaja, hingga karang taruna.  

Dengan semakin banyak komunitas yang terbentuk, diharapkan pencegahan terhadap pengaruh narkotika dapat lebih solid. Sasli Rais menekankan bahwa perlindungan generasi muda, khususnya di Bagansiapiapi, menjadi prioritas utama dalam menjaga masa depan bangsa.*

Terbaru
dunia
Balas Serangan Israel, Iran Tembakkan Rentetan Rudal dan Drone
Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:19:03 WIB
potret
Masjid Paripurna Al-Hidayah Gelar Nuzulul Quran
Jumat, 6 Maret 2026 | 23:04:19 WIB
potensa
Mal SKA Gelar Buka Bersama Manajemen dan Santuni Anak Yatim
Jumat, 6 Maret 2026 | 22:30:43 WIB
dunia
1.230 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel
Jumat, 6 Maret 2026 | 17:02:54 WIB
sportainment
Dikalahkan Crystal Palace, Spurs Dekati Zona Degradasi
Jumat, 6 Maret 2026 | 08:42:58 WIB
etalase
SPS Riau Gelar Buka Puasa Bersama Mitra dan Santuni Anak Yatim
Jumat, 6 Maret 2026 | 00:03:28 WIB
Artikel Popular
1
politik
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
hukum
Nasional
Pemerintah Imbau Jemaah Indonesia Tunda...
Senin, 2 Maret 2026 | 08:12:35 WIB
BPDP Dukung Program Biodiesel Sebagai Ketahan...
Kamis, 26 Februari 2026 | 16:09:20 WIB