Jun 2026
18

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Perantau Luhak Agam di Riau Satukan Kepedulian untuk Korban Bencana 2025
nasional | Jumat, 28 November 2025 | 23:36:45 WIB
Editor : sp | Penulis : sp
Sejumlah Ketua Paguyuban perantau asal Agam dan Bukitinggi di Provinsi Riau menyatukan tekad peduli Bencana 2025. Mereka berazam mengumpukan bantuan dan menyalurkan kepada korban bencana di Wilayah Bukitinggi dan Agam.

PEKANBARU-Duka yang menyelimuti Luhak Agam pada akhir November 2025 menggugah solidaritas para perantau yang bermukim di Provinsi Riau. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi mendorong sejumlah Ketua Paguyuban asal Luhak Agam bersatu menggalang aksi kepedulian tanpa sekat organisasi maupun asal nagari.

Pertemuan yang diprakarsai oleh Ketua IKLA RGS Provinsi Riau, Yosrizal, ST, M.Si, berlangsung hangat dan penuh keprihatinan di Kedai Kopi Radjo, Jumat (28/11/2025). Para tokoh perantau Luhak Agam dari berbagai puak, nagari, dan organisasi hadir menyatukan langkah bertekad untuk membantu para korban di kampung halaman.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Hendri Suar SE Dt Rajo Mangkuto (IKL Lawang), Saparudin Koto (IKM Malalak), Hasby Yaser Dt Tanameh (IKTR Maninjau), H. Assadin SH St Batuah (IKKP Kurai), serta H. Syahrul St Kayo selaku Niniak Mamak Puak Baso. Tokoh-tokoh lain yang turut serta meliputi Naswizal St Palimo (IKPS Palembayan), Zulferry Gindo Batuah (IKCK Canduang), Drs. Arwen St Bandaro Nagari (Angkek Canduang), AKBP (P) Daryen Dahar (Puak Saribulan), Ir H. Detrizal Dt Rangkayo Mulia (IKL Lasi), serta sejumlah perwakilan puak dan organisasi paguyuban lainnya.

Baca :

Kehadiran mereka mencerminkan tekad yang sama: bersatu dalam kepedulian, melampaui identitas kelompok, jorong, maupun nagari.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan strategis. Semua paguyuban asal Agam dan Bukittinggi — baik tingkat jorong, nagari, kecamatan, hingga kabupaten/kota — sepakat menggalang donasi secara kolektif selama satu hingga dua bulan ke depan. Setiap organisasi akan melaporkan perkembangan donasi dalam pertemuan rutin yang digelar setiap Jumat.

Donasi yang terkumpul akan didistribusikan langsung kepada para korban di daerah terdampak sesuai skala prioritas. Tim khusus dari Riau dijadwalkan turun ke lokasi bencana untuk memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran.

Untuk memperkuat koordinasi, dibentuk Panitia Luhak Agam Peduli Bencana yang diketuai AKBP (Purn) Daryen Dahar, dengan Saparudin Koto sebagai Sekretaris dan Hendri Datuak Marajo sebagai Bendahara. Struktur kepanitiaan dilengkapi oleh para ketua puak/IK baik yang hadir maupun berhalangan hadir.

Ketua IKLA RGS, Yosrizal, menegaskan bahwa gerakan Luhak Agam Peduli Bencana merupakan wujud nyata solidaritas perantau terhadap kampung halaman yang sedang berduka.

“Kami mengajak seluruh warga Riau asal Bukittinggi dan Agam untuk berkolaborasi membantu saudara-saudara kita. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, itu sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, AKBP (Purn) Daryen Dahar, menyerukan agar seluruh perantau asal Luhak Agam membuka hati untuk turut membantu sesama.

Meluasnya Dampak Bencana di Ranah Bundo

Informasi dari Ranah Bundo menyebutkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi terdampak bencana. Longsor dan banjir yang terjadi sejak Rabu sore (26/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025) telah mengakibatkan: Puluhan korban meninggal dunia, Puluhan luka-luka, Ratusan rumah hilang tersapu longsor atau mengalami rusak berat, Ratusan hektar lahan pertanian tertimbun dan Ratusan warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal tak lagi layak huni.

Situasi darurat tersebut memperkuat urgensi aksi gotong royong perantau dari Riau.

“Kita berdoa semoga bencana ini segera berlalu. Semoga para korban diberi ketabahan, dan kita sebagai saudara akan berusaha meringankan beban mereka,” kata Daryen.

Dengan gerakan bersama ini, para perantau Luhak Agam di Riau menunjukkan bahwa jarak tak pernah memutus ikatan batin antara dunsanak di perantauan dengan kampung halaman. Solidaritas menjadi energi yang mengalir dari Pekanbaru menuju Luhak Agam—menguatkan, menghibur, dan memberi harapan baru**

Terbaru
Artikel Popular
2
politik
hukum
Nasional