|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

AGAM — Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).
Kedua pejabat tersebut bergabung dengan tim gabungan Polda Sumbar, Polda Riau, TNI, Basarnas, serta para relawan yang sejak awal bencana melakukan pencarian dan evakuasi korban.
“Saya bersama Kapolda Riau, Polda Sumbar, dan TNI ikut mengevakuasi dua korban yang ditemukan meninggal dunia di Salareh Aia,” ujar Raja Juli di Lubuk Basung.
Raja Juli menjelaskan, kedua jenazah langsung dibawa ke lokasi identifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa penanganan saat ini berfokus pada tahap tanggap darurat, mengingat masih banyak warga yang belum ditemukan sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Kamis sore.
“Ada seorang warga di pengungsian yang masih kehilangan adik, anak, serta keponakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan TNI dan Polri terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, pemulihan awal, serta rehabilitasi di daerah terdampak.
Setelah evakuasi selesai, tim psikolog dari berbagai instansi akan dikerahkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang mengalami trauma.
Raja Juli juga menyampaikan, beberapa wilayah di Agam masih terisolasi akibat akses jalan yang tertimbun longsor dan terban.
Alat berat telah diarahkan ke sejumlah titik kritis untuk membuka jalur dan memastikan distribusi logistik dapat menjangkau seluruh kawasan terdampak.
“Alat berat kita kerahkan agar pendistribusian bantuan bisa berjalan lancar, karena bantuan terus berdatangan,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memastikan dukungan penuh dari Polda Riau sejak dua hari sebelumnya.
Ia mengatakan pengerahan personel merupakan instruksi pimpinan Polri untuk memberikan bantuan cepat bagi tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Karena Riau berdekatan dengan Sumbar dan membutuhkan respons cepat, kami langsung bergerak,” kata Irjen Herry.
Polda Riau telah menurunkan 290 personel Brimob dan Samapta yang memiliki kemampuan SAR dan penanganan kedaruratan. Dua unit ekskavator telah tiba lebih dulu untuk membantu membuka akses tertutup material longsor.
Selain itu, lima truk bantuan logistik berisi kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan darurat telah diberangkatkan.
Irjen Herry menyampaikan bahwa 34 psikolog dari Biro SDM dan asosiasi psikolog Polda Riau akan dikerahkan untuk membantu pemulihan psikologis di posko-posko pengungsian.
“Ini duka kita bersama. Kami hadir untuk saling menguatkan sebagai saudara,” ucapnya.
Hingga kini, sejumlah akses di Palembayan masih tertutup material longsor, beberapa jembatan rusak, listrik belum sepenuhnya pulih, dan warga masih bertahan di posko pengungsian.
Tim SAR gabungan terus bekerja di tengah cuaca yang sesekali turun hujan, demi mempercepat pencarian korban dan mengantisipasi potensi longsor susulan.*