Mar 2026
10

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kata PBB Terkait Serangan Militer AS ke Venezuela
dunia | Minggu, 4 Januari 2026 | 21:14:00 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : republika

WASHINGTON - PBB memandang tindakan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela sebagai hal yang mengkhawatirkan. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, serangan itu dapat menciptakan "preseden berbahaya".

"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," kata Dujarric melalui pernyataan, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, Sekjen Antonio Guterres sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati. Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu "sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela" sekaligus memperingatkan "potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut".

Baca :

Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum, demikian menurut pernyataan tersebut.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro terancam hukuman empat kali penjara seumur hidup dalam dakwaan pidana yang diajukan di Amerika Serikat, menurut dokumen pengadilan. Pada Maret 2020, Maduro dan sejumlah pihak yang diduga bersekongkol dengannya didakwa dalam empat perkara.

Dakwaan itu meliputi konspirasi terkait narkoterorisme, penyelundupan kokain ke Amerika Serikat, penggunaan dan kepemilikan senapan mesin dan alat peledak dalam kegiatan narkoterorisme. Selain itu, Maduro juga didakwa bersekongkol memiliki dan menggunakan senjata serta alat peledak tersebut. Masing-masing dakwaan itu memiliki hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela. Trump juga mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa ke luar Venezuela.*

Terbaru
Artikel Popular
1
politik
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
hukum
Nasional
Puasa Ramadan Memanusiakan...
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:00:00 WIB
Pemerintah Imbau Jemaah Indonesia Tunda...
Senin, 2 Maret 2026 | 08:12:35 WIB