Okt 2026
09

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Pemprov Riau Minta Warga Waspada Kemunculan Harimau Sumatera
pekanbaru | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:29:00 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : mediacentre.riau
ilustrasi

PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar habitat Harimau Sumatera, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Hal ini merespons meningkatnya intensitas kemunculan satwa liar tersebut yang terekam kamera warga di beberapa titik wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (20/1/2026), SF Hariyanto menyebutkan bahwa laporan mengenai aktivitas "Si Belang" yang mendekati kawasan aktivitas manusia telah masuk ke meja pemerintah provinsi. Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh laporan tersebut dan tetap mengutamakan keselamatan jiwa saat harus melakukan pekerjaan di luar rumah, terutama di area perkebunan atau perbatasan hutan.

"Kami menerima laporan bahwa aktivitas Harimau Sumatera mulai terlihat di beberapa daerah. Kami meminta masyarakat untuk sangat waspada dan berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan," ujar SF Hariyanto saat ditemui di Pekanbaru.

Baca :

Ia menekankan pentingnya mencari tempat perlindungan yang aman jika secara tidak sengaja melihat keberadaan satwa tersebut. Selain aspek keselamatan manusia, Plt Gubernur juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri yang melanggar hukum, seperti memasang perangkap jerat.

Mengingat Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi undang-undang, tindakan melukai atau membunuh satwa ini dapat berimplikasi pada sanksi pidana yang berat.

"Jangan sampai ada warga yang membuat perangkap jerat karena merasa terancam. Ini adalah hewan dilindungi. Kami sangat berharap masyarakat bisa menahan diri dan melaporkan setiap temuan kepada pihak berwenang agar bisa ditangani secara prosedural tanpa melukai satwa tersebut," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Riau akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Koordinasi ini bertujuan untuk memetakan titik koordinat kemunculan satwa, menurunkan tim mitigasi konflik, dan memastikan pergerakan harimau tersebut bisa digiring kembali ke dalam habitat aslinya tanpa menimbulkan kerugian di pihak manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pertengahan Januari 2026, setidaknya terdapat tiga peristiwa besar kemunculan Harimau Sumatera yang berhasil terekam masyarakat. Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (8/1) di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Kemudian berlanjut pada Rabu (14/1) di area Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak, yang merupakan kawasan operasional vital.*

Terbaru
inhu
Pemkab Inhu Rumuskan Arah Pembangunan Kelapa Sawit Melalui RAD-KSB
Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:42:07 WIB
pekanbaru
27.250 Masyarakat Riau Terserang ISPA, Pekanbaru Tertinggi
Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:40:37 WIB
potensa
PT AIP Minamas Plantation Tunaikan FKPM Rp57 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:41:59 WIB
politik
Perpres Ojol Rampung, Potongan Biaya Platform Maksimal 8 Persen
Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:06:36 WIB
pekanbaru
Pagi Ini, Kualitas Udara Pekanbaru Kategori Sangat Tidak Sehat
Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:00:00 WIB
etalase
Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:33:06 WIB
nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
3
5
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Brigjen Simson Zet Ringu Resmi Jabat Wakapolda Riau...
Sabtu, 26 September 2026 | 13:36:30 WIB
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB