|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Huaqiao (Huaqiao University) Tiongkok melanjutkan praktek magang di liburan musim panas dan musim dingin di Sekolah Darma Yudha Jalan SM Amin, Pekanbaru, Jumat (30/1/2026). Mahasiswa mengenalkan kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tentang seni Tayin.
Salah satu mahasiswa Universitas Huaqiao sekaligus sebagai pemateri, Dian Fransiska Lhosasi kepada wartawan mengatakan, seni Tayin atau cap kaligrafi diaplikasikan ke berbagai jenis media, seperti kipas, angpao, kertas merah maupun kertas puisi. Sedangkan motifnya sangat beragam, terutama yang berhubungan dengan Tahun Baru Imlek.
"Tayin sudah ada sejak zaman Dinasti Han dan berkembang pesat pada Dinasti Tang-Song. Saat itu, digunakan untuk menyalin prasasti batu, ukiran dan tulisan kuno," katanya didampingi Ketua Pelaksana, Alwin.
Untuk praktek di Sekolah Darma Yudha, lanjutnya, siswa diberikan cetakan, motif, media cetak berupa angpao, kipas, kertas merah, kertas puisi, cat atau wrana tinta, spons stempel kecil.
Ditambahkannya, caranya kertas ditempel ke permukaan berpola, lalu menggosok/men tap tinta sampai bentuk motifnya muncul. Saat ini, motif yang banyak dgunakan kuda api. Merupakan shio Tahun Baru Imlek tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut, Dian Fransiska Lhosasi mengatakan, sebelumnya mahasiswa Universitas Huaqiao melaksanakan praktek magang di Sekolah Dharma Loka dan Sekolah Metta Maitreya dengan berbagai materi.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Darma Yudha Bidang Humas, Ricardo Kristian Sinaga mengucapkan terim kasih kepada mahasiswa Universitas Huaqiao yang bersedia hadir memberikan pengalaman dan ilmu tentang budaya Tiongkok. "Kami apresiasi kegatan ini. Mahasiswa Universitas Huaqiao mau berbagi pengalaman yang tentunya sangat berguna bagi siswa, Dan siswa sangat senang dan antusias mengikuti kelas ini," ujarnya.
Dikatakannya, kegiatan diikuti sekitar 300 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 300 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kami berharap kegiatan terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, karena siswa mendapatkan hal baru," ungkapnya.*