|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus menggenjot pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya proyek Tol Lingkar Pekanbaru sepanjang 30,8 kilometer yang menghubungkan Tol Pekanbaru - Dumai dan Tol Pekanbaru - Bangkinang.
Hingga akhir Januari 2026, progres fisik proyek strategis nasional ini telah mencapai 71,07 persen. Tak hanya berfokus pada percepatan konstruksi, HKI menegaskan komitmennya terhadap mutu pekerjaan, keselamatan kerja, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) di setiap tahapan pembangunan.
Dalam proyek Tol Lingkar Pekanbaru, HKI menerapkan dua program unggulan QHSSE (Quality, Health, Safety, Security, and Environment), yakni QHSSE Plan dan QHSSE Pass.
QHSSE Plan berfungsi memastikan seluruh material dan metode kerja telah memenuhi standar yang ditetapkan, sementara QHSSE Pass menjadi tahapan verifikasi untuk menjamin setiap pekerjaan yang selesai sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan.
"Keselamatan pekerja dan mutu pekerjaan merupakan komitmen utama kami dalam setiap proyek," ujar Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, Senin (2/2/2026).
HKI juga mengintegrasikan sistem manajemen mutu dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Sistem ini diterapkan untuk memastikan pencapaian proyek yang optimal dari sisi mutu, waktu, dan biaya, sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja.
"Penerapan sistem manajemen K3 kami arahkan untuk mencapai zero fatality dan meminimalkan potensi kecelakaan di lapangan," jelas Aditya.
Prinsip ESG menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek ini. Salah satu penerapannya terlihat pada pembangunan Jembatan Siak yang menggunakan metode balance cantilever, tanpa pilar penyangga di bawah jembatan. Metode ini dipilih untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, HKI juga mengutamakan teknik pencabutan pohon terdampak untuk kemudian ditanam kembali, sebagai upaya menjaga ruang terbuka hijau dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
"Kami tidak hanya berkomitmen menghasilkan konstruksi berkualitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan. Integrasi prinsip ESG kami harapkan memberi dampak positif bagi ekonomi Riau sekaligus menjadi contoh pembangunan yang bertanggung jawab," tambah Aditya.
Keberadaan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan mampu memperkuat konektivitas di Pulau Sumatra, khususnya di Provinsi Riau, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
HKI menegaskan akan terus memastikan setiap proyek yang dikerjakan tidak hanya menghasilkan infrastruktur terbaik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, selaras dengan prinsip keberlanjutan sosial dan lingkungan.*