Feb 2026
07

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Rakerda II PHRI Riau, Perlu Kolaborasi Majukan Dunia Pariwisata
pekanbaru | Kamis, 5 Februari 2026 | 15:06:37 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : wsl
Rakerda dibuka Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM. Disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal MM.

PEKANBARU -  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026). Rakerda mengusung tema 'Kolaborasi PHRI dan Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau'.

Rakerda dibuka Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM. Disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal MM.

Dalam kata sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa mengatakan, Rakerda II PHRI Riau sebagai forum penting untuk menentukan arah pariwisata Riau ke depan. Menurutnya, dunia usaha dan pemerintah perlu memiliki visi yang sejalan.

Baca :

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, kinerja pariwisata tahun 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 32.581 pengunjung, meningkat 22 persen dibandingkan November 2025.

Kunjungan didominasi wisatawan dari Malaysia, disusul Tiongkok, Hongkong, Singapura, dan India. “Ini menunjukkan Riau kembali diperhitungkan sebagai destinasi wisata nasional dan internasional,” ujarnya.

Dikatakannya, peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada sektor perhotelan dengan naiknya tingkat hunian. Namun, sektor ini masih membutuhkan penguatan berkelanjutan agar pengembangan pariwisata Riau ke depan dapat lebih terarah dan fokus.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM dalam kata sambutannya mengaku siap berkolaborasi dengan Badan PHRI Provinsi Riau dalam pengembangan dan memajukan pariwisata. Ditambah posisi Kota Pekanbaru yang sudah terhubung dari berbagai daerah.

"Riau memiliki posisi strategis sebagai provinsi penghubung di Pulau Sumatera. Hal ini didukung keberadaan jalan tol yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, dengan Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi di jalur tengah," katanya.

Wako Agung menyinggung dampak efisiensi anggaran pada tahun sebelumnya, yang menyebabkan banyak kegiatan tidak dilaksanakan di hotel. Namun saat ini, Kementerian Dalam Negeri telah kembali memperbolehkan pelaksanaan kegiatan di hotel dan menjadi angin segar bagi industri perhotelan.

Pada kesempatan tersebut, Wako Agung mengajak hotel untuk bergabung ke PHRI, sehingga mudah untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah.

Ketua DPD PHRI Riau, Ir Nofrizal MM, dalam sambutannya menyampaikan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberlanjutan industri perhotelan dan restoran. Menurutnya, sektor ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan pemerintah.

Nofrizal menjelaskan, saat ini jumlah hotel di Provinsi Riau diperkirakan mencapai hampir 500 unit. Namun, tidak seluruhnya berada di bawah naungan PHRI.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Pekanbaru. Ia menyebutkan jumlah hotel di Pekanbaru mencapai sekitar 200 unit, namun yang tergabung dalam PHRI baru sekitar 50 hotel. “Masih banyak pelaku usaha yang belum bergabung,” katanya.

Dikatakannya, sektor hotel dan restoran memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja. Industri ini menjadi salah satu sektor terdekat yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di daerah.

Selain itu, sektor perhotelan dan restoran juga mendorong perputaran ekonomi dan transaksi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas usaha di sektor ini memberikan efek domino ke berbagai sektor lain.

"PHRI Riau berharap adanya kebijakan pemerintah daerah yang mendorong peningkatan pendapatan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Kemudian pentingnya kepastian investasi, terutama terkait perizinan, regulasi, dan iklim usaha yang kondusif," tegasnya.

Ketua Panitia Rakerda II Aguswandi menambahkan, Rakerda II BPD PHRI Riau sebagai forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan dan merumuskan langkah-langkah ke depan serta memperkuat sinergi antara pelaku industri pariwisata di Riau besar.

Rakerda ini diharapkan menjadi landasan bersama dalam membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah demi kemajuan pariwisata Riau

"Rakerda dirangkai dengan beberapa kegiatan, seperti lomba mewarnai tingkat TK se-kota Pekanbaru yang bekerjasama dengan IGTKI Kota Pekanbaru, bazar UMKM, pertunjukan kompang, dan tidak ketinggalan ada pertunjukan juggling dari Pekanbaru Bar Sharing dan juga demo Making Bed dari IHKA," tutupnya.*

Terbaru
huawen
Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru Audiensi Dengan Plt Gubri
Jumat, 6 Februari 2026 | 22:54:30 WIB
hukum
Polda Riau Buru Penembak Gajah Sumatera di Pelalawan
Jumat, 6 Februari 2026 | 18:07:50 WIB
pekanbaru
39.513 Ternak di Riau Sudah Divaksin PMK
Jumat, 6 Februari 2026 | 14:24:33 WIB
pekanbaru
Anggota DPRD Riau Dorong Daerah Rawan Karhutla Tetapkan Status Siaga
Jumat, 6 Februari 2026 | 07:56:46 WIB
hukum
Gajah Ditemukan Mati di Pelalawan, Kepala Terpenggal-Gading Hilang
Jumat, 6 Februari 2026 | 06:12:00 WIB
huawen
Hari Pertama, Ratusan Pendonor Ikuti Baksos Donor Darah PBBDD
Kamis, 5 Februari 2026 | 19:24:21 WIB
Artikel Popular
1
4
5
politik
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
hukum
Polda Riau Buru Penembak Gajah Sumatera di...
Jumat, 6 Februari 2026 | 18:07:50 WIB