|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SIAK – Warga Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, dibuat heboh setelah kemunculan yang diduga Harimau Sumatera . Satwa ini terlihat di beberapa titik permukiman, menimbulkan kekhawatiran.
Sebelumnya, dua ekor kambing milik warga dilaporkan dimangsa si Kucing Besar, Jumat, 23 Januari 2026. Di lokasi terlihat ceceran darah dan rumput yang tumannh akibat seretan kambing yang dimangsa, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Terbaru, Harimau Sumatera kembali dikabarkan muncul pada Jumat, 6 Februari 2026. Berdasarkan laporan warga, harimau pertama kali terlihat sekitar pukul 20.00 WIB di RT 14/RW 14 , Desa Benteng Hulu
Ketika itu warga bernama Nurisam menyalakan lampu kandang kambingnya dan melihat sebuah bayangan. Istri iMasruri itu kemudian memanggil anaknya, tak lama bayangan harimau terlihat menjauh dari kandang kambing, masuk ke semak belukar.
Sekitar lokasi kandang kambing, tim menemukan banyak jejak satwa yang diduga milik Harimau Sumatera. Beberapa meter ke arah timur laut dari kandang kambing, kamera CCTV milik warga, merekam adanya satwa harimau pada pukul 21.30 WIB.
Rekaman menunjukkan harimau melintas dan masuk ke arah barat laut menuju perkebunan PT Eks Darpari. Berdasarkan pengamatan, harimau tersebut diperkirakan berukuran tanggung, atau remaja menuju dewasa.
Pada pukul 22.00 WIB, seorang pengendara mobil dari arah Buton menuju Pekanbaru yang berhenti di sekitar SPBU melaporkan melihat seekor harimau menyeberang jalan ke arah timur.
Tidak berselang lama, di lokasi berbeda, warga bernama Nanang mendengar suara gaduh hewan ternaknya dari arah hutan pada pukul 22.30 WIB dan suara anak kucing seolah diterkam. Keesokan paginya, ia mendapati dua ekor ayam dan satu ekor anak kucingnya hilang.
Menindaklanjuti informasi itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Resor Siak turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik. Di sekitar lokasi, tim menemukan banyak jejak satwa yang diduga milik Harimau Sumatera.
Identifikasi lapangan, jejak kaki harimau berukuran 12 cm ditemukan di kediaman Nanang bersama bulu ayam yang berserakan. Tim berkoordinasi dengan dengan Babinsa dan warga setempat.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan tim telah memasang kamera trap sejak Sabtu, 7 Februari 2026. Namun, kamera belum menangkap gambar Harimau Sumatera.
"Tim menambah satu unit kamera trap di lokasi baru untuk memperluas jangkauan pemantauan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan menggunakan drone," ujar Supartono, Senin , 9 Februari 2026.
Selain itu, tim juga telah melakukan langkah preventif. Warga diimbau untuk menghindari aktivitas sendirian pada jam aktif satwa, memasukkan ternak ke kandang, dan menutup sekeliling kandang dengan terpal atau seng agar pandangan satwa terbatas.
"Saat ini, tim Balai Besar KSDA Riau terus memantau situasi secara intensif. Warga diminta segera melaporkan apabila menjumpai harimau melalui nomor 0813-7474-2981," imbaunya.*