|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Semarakkan Tahun Baru Imlek 2577 tahun 2026, kawasan Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet Pekanbaru dihiasi 888 lampion. Pemasangan lampion sudah dimulai 10 Februari. Menandai semakin dekatnya Tahun Kuda Api.
Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Djohan Oei dari Marga Huang Pekanbaru mengatakan, sebanyak 888 lampion telah dipasang di sepanjang Jalan Karet hingga tanggal 4 Maret atau sesudah perayaan Cap Go Meh.
"Biasanya ada momen detik-detik Imlek dan pelepasan kembang api di Kampung Tionghoa Melayu, Tahun ini ditiadakan mengikuti imbauan pemerintah. Meski demikian, kita tetap memasang 888 lampion di Jalan Karet," tambahnya.
Dikatakannya, lampion di Kampung Tionghoa Melayu memang menjadi daya tarik warga menjelang Imlek. Banyak yang datang untuk berfoto dengan latar belakang ratusan lampion.
Untuk Imlek tahun ini, Kampung Tionghoa Melayu menjadi tempat perayaan Cap Go Meh pada tanggal 3 Maret mulai pukul 19.00 WIB dengan mengundang Forkopimda Pekanbaru.
Sementara itu, Koordinator Media, Ket Tjing menambahkan, lampion di pasang di Kampung Tionghoa Melayu cukup panjang dengan jumlah cukup banyak serta menjadi tempat swafoto atau selfie masyarakat Pekanbaru.
Dipilihnya jumlah lampion 888, Ket Tjing menjelaskan, angka 8 dipercaya membawa rezeki atau hoki.
Lampion berasal dari bahasa Mandarin 'Denglong' yang artinya "Menerangi. Warna merah pada lampion melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa lampion memberi jalan dan menerangi rezeki bagi penggunanya.
Lampion juga sering digambarkan sebagai pengusir kekuatan jahat yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di setiap rumah dipercaya dapat menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.*