Okt 2026
09

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari Awal Ramadan 1447 H
pekanbaru | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:18:19 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis :
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau, Dr H Imron Rosyadi (kiri)) dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Prof H Muhammad Nazir MAg (kanan) saat memberi keterangan, Kamis (12/2/26). (ist)

PEKANBARU - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh Rabu (18/2/26) pekan depan. Penetapan ini berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah, Nomor: 2/MLM/I.0/E/2025, tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau, Dr H Imron Rosyadi ST MH, didampingi Ketua Majelis Tarjih dan Tajid PW Muhammadiyah Riau, Dr H Agustiar MAg, dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Prof H Muhammad Nazir MAg, di aula kampus utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (12/2/26).   

Menurut Imron Rosyadi, dalam penetapan awal Ramadan tersebut hisab Muhammdiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yaitu perhitungan astronomis yang menetapkan awal bulan Hijriah saat matahari terbenam lebih dulu dari pada bulan, selama hilal sudah di atas ufuk.

Baca :

"Dengan begitu dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan keputusan PP Muhammadiyah ditetapkan bahwa awal puasa atau 1 Ramadan ditetapkan pada Rabu tanggal 18 Februari 2026. Kemudian, Idulfitri atau 1 Syawal ditetapkan pada Jumat tanggal 20 Maret 2026,” kata Imron.

Ia menambahkan bahwa dengan sudah adanya keputusan dari PP Muhammdiyah tersebut, pihaknya meminta seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah untuk dapat mengikutinya. Namun demikian, jika nantinya ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk dapat saling menghormati.

"Kami harapkan tidak ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadan tahun ini. Kalau memang ada perbedaan, kami minta masyarakat saling menghormati, dan hal itu biasa saja, apalagi saat ini masyarakat kita sudah cerdas menanggapi perbedaan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Muhammad Nazir, menambahkan, setiap tahunnya, awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah ditetapkan langsung oleh pimpinan pusat Muhammadiyah. 

"Jika pun ada perbedaan penetapan hari dan tanggal dengan keputusan pemerintah, hal itu bukanlah suatu masalah. Apalagi masyarakat juga bebas memilih, mengikuti ketetapan dari pemerintah atau Muhammadiyah. Yang terpenting adalah bagaimana amal-amal Ramadan itu dilaksanakan sebaik-baiknya dan sekhusuk-khusuknya," tutupnya.*

Terbaru
inhu
Pemkab Inhu Rumuskan Arah Pembangunan Kelapa Sawit Melalui RAD-KSB
Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:42:07 WIB
pekanbaru
27.250 Masyarakat Riau Terserang ISPA, Pekanbaru Tertinggi
Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:40:37 WIB
potensa
PT AIP Minamas Plantation Tunaikan FKPM Rp57 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:41:59 WIB
politik
Perpres Ojol Rampung, Potongan Biaya Platform Maksimal 8 Persen
Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:06:36 WIB
pekanbaru
Pagi Ini, Kualitas Udara Pekanbaru Kategori Sangat Tidak Sehat
Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:00:00 WIB
etalase
Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:33:06 WIB
nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
3
5
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Brigjen Simson Zet Ringu Resmi Jabat Wakapolda Riau...
Sabtu, 26 September 2026 | 13:36:30 WIB
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB