|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Masyarakat Riau diminta saling menghormati dan menjaga persatuan di tengah momentum perayaan Tahun Baru Imlek yang beriringan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Hal tersebut dikatakan Plt Gubri, SF Hariyanto saat menghadiri perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (22/2/2026)
Plt Gubri mengatakan, di tengah perayaan Tahun Baru Imlek, umat muslim menjalankan ibadah puasa yang menjadi gambaran tentang indahnya toleransi di Bumi Lancang Kuning.
"Masyarakat Riau hidup saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain. Meski kita berbeda latar belakang, namun punya tujuan sama, yaitu ingin membangun Riau yang lebih maju," ujarnya
Dikatakannya, pertemuan dua momentum besar, Tahun Baru Imlek dan Ramadan memiliki makna simbolis kuat bagi persatuan masyarakat.
Plt Gubri juga menyinggung peran warga Tionghoa dalam membangun Riau, baik dari sektor pendidikan, jasa. UMKM dan lainnya. Bukan hanya dinikmati untuk kelompok tertentu, tapi semua kalangan masyarakat Riau. Ini memastikan setiap warga Riau punya kesempatan untuk berkembang dan maju.
Sementara itu, Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 tahun 2026, Djohan Oei mengatakan, Imlek merupakan perayaan tahun baru dalam kalender lunar, yang menandai dimulainya musim semi dan pergantian tahun, biasanya berlangsung selama 15 hari hingga Cap Go Meh.
Tahun ini, lanjutnya, perayaan Tahun Baru Imlek bersama terasa lebih spesial, karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Dimana semangat toleransi dan saling menghormati lebih terasa.
Ditambahkannya, perayaan imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk reuni keluarga, mengucap syukur, menghormati leluhur, serta berbagi angpao merah sebagai simbol harapan dan keberkahan.
Pada perayaan Imlek 2577 mengambil tema Melestarikan Budaya Tionghoa Dalam Keberagaman Untuk Indonesia Maju.
"Tema mengingatkan kita bahwa bangsa Indonesia sangat pluralis, yang terdiri dari berbagai agama, suku, budaya, bahasa dan lainnya. Semua adalah anugerah yang luar biasa, walaupun berbeda tetapi tetap satu sesuai semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya.
Ia berharap tekad dan harapan melalui tema tersebut dapat diwujudkan dalam momen perayaan Imlek Bersama dan tetap berlanjut setelah berakhirnya acara ini.
Dikatakannya, perayaan bukan hanya sekedar pergantian tahun, melainkan perayaan kebudayaan, toleransi, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Tahun 2026 menurut kalender Tionghoa dikenal sebagai tahun Kuda Api, yang dimulai pada 17 Feb 2026. Tahun kuda api 2026 mempunyai beberapa makna utama di antaranya intensitas energi ganda, yaitu elemen dasar shio kuda dan elemen unsur api, kombinasi ini menciptakan vitalitas yang luar biasa. Tahun kuda api ini akan terasa sangat dinamis, penuh semangat, namun juga cenderung panas secara emosional.
Kombinasi kuda dan api sebagai simbol kemandirian, kebebasan, kecepatan dan ambisi menjadikan tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk mengejar dan meraih ambisi besar dan berani keluar dari zona nyaman.
Imlek Bersama turut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, anggota DPRD Riau. Pangdam XIX/TT atau yang mewakili, Danrem 031/WB atau yang mewakili, Kabinda Riau, Kajati Riau. Danlanud Roesmin Nurjadin. Kakanwil Kemenag Riau.
Kemudian Ketua LAM Riau, Ketua MUI Riau, Ketua NU Riau, Ketua Muhammadiyah Riau, Ketua FPK Riau, Ketua FKUB Riau, GP Ansor Riau dan tamu penting lainnya.*