|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar tes urine narkotika secara serentak terhadap seluruh personel pada Senin (23/2/2026). Langkah ini sebagai upaya membersihkan internal kepolisian dari narkoba.
Tes urine dilakukan seluruh personel Polda Riau tanpa terkecuali, termasuk Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, Wakapolda Brigjen Pol Hengki Haryadi serta seluruh pejabat utama (PJU).
Irjen Herry mengatakan tes urine dilakukan secara mendadak, tanpa pemberitahuan kepada personel Polda dan Polres jajaran, sebagai pengawasan internal.
"Tes urine hari ini sebagai bagian dari pengawasan internal dan tindak lanjut arahan pimpinan Polri dalam pemberantasan narkoba di lingkungan kepolisian," ujar Irjen Herry.
Irjen Herry menjelaskan pengawasan terhadap personel bukan hal baru. Sejak awal menjabat, ia telah menekankan komitmen zero tolerance terhadap pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkotika.
Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) yang memantau dan melakukan pengecekan rutin terhadap anggota.
Irjen Herry kembali menegaskan, tidak ada toleransi bagi personel yang terbukti terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.
“Tidak ada ampun. Jika terbukti sebagai pengguna, akan ditindak tegas sesuai aturan. Apalagi jika terlibat sebagai pengedar atau bagian dari transaksi narkotika, sanksinya lebih berat,” trgas Irjen Herry.
Jenderal polisi bintang dua yang akrab disapa Herimen menilai, keterlibatan anggota kepolisian dalam narkoba merupakan pelanggaran serius yang mencederai marwah institusi serta merusak kepercayaan publik.
"Penindakan tidak akan pandang bulu. Marwah adalah jati diri. Personel Polda Riau harus memiliki profil yang baik, profesional, dan mampu menjalankan tugas sesuai bidangnya. Kepercayaan masyarakat harus terus dibangun dan dijaga,” jelas Irjen Herry.
Irjen Herry juga menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Transparansi, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang bersih dan profesional.
“Silakan beri kritik dan saran. Jika ada personel yang terbukti melanggar, akan kami sampaikan secara terbuka dan ditindak sesuai ketentuan,” pungkas Irjen Herry.*