|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dalam rangka mendukung pembangunan kawasan peternakan terpadu yang masuk dalam Program Strategis Nasional Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau mengusulkan penyediaan lahan seluas kurang lebih 10 hektare.
Langkah diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan lahan tersebut merupakan bagian dari total sekitar 40 hektare yang tersedia dan siap dikembangkan.
"Karena ini program strategis nasional, kami optimistis kawasan ini dapat tumbuh menjadi sentra peternakan modern yang terintegrasi," ungkap Mimi, Selasa (24/2/2026).
Kawasan peternakan terpadu ini dirancang mencakup berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pabrik pakan ternak, peternakan ayam petelur dan ayam pedaging skala besar, hingga industri pengolahan hasil peternakan. Selain itu, akan dibangun fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) guna menjaga kualitas produk sebelum didistribusikan ke pasar.
Konsep integrasi dari hulu ke hilir tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor peternakan.
"Dengan sistem terpadu, rantai pasok daging dan produk peternakan diharapkan menjadi lebih stabil, efisien, dan terjamin kualitasnya," sebut Mimi.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi protein hewani, tambah Mimi, proyek ini juga diproyeksikan mendorong perputaran ekonomi daerah. Kehadiran industri pengolahan daging dinilai akan membuka peluang investasi baru di sektor agribisnis sekaligus memperluas pasar produk lokal.
"Integrasi ini akan berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi," terang Mimi.
Disamping itu, Pemprov Riau juga berkomitmen melibatkan lulusan SMK bidang pertanian dan peternakan dalam operasional kawasan tersebut. Skemanya mulai dari praktik kerja lapangan hingga peluang rekrutmen tenaga kerja.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kawasan peternakan terpadu ini diharapkan menjadi model pengembangan peternakan modern di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Riau sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional. *