|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Senyum dan tawa mengisi Ruang Sidang Prof. R. Soebekti, Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pekanbaru, pada Jumat (6/3/2026) malam.
Dalam momen bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar PN Pekanbaru berkumpul untuk berbuka puasa bersama, menghadirkan suasana hangat yang jauh dari kesan formalitas.
Acara dihadiri hampir seluruh jajaran hakim, panitera, panitera pengganti (PP), serta pegawai PN Pekanbaru.
Lebih istimewa, puluhan anak yatim dan insan pers juga ikut menikmati kehangatan Ramadan di ruang sidang yang biasanya dipenuhi sidang dan dokumen hukum.
Wakil Ketua PN Pekanbaru, Delta Tamtama mewakili Ketua PN Arief Boediono membuka kegiatan dengan ucapan apresiasi.
Menurutnya, buka puasa bersama bukan sekadar tradisi, melainkan momen untuk mempererat tali silaturahmi di antara seluruh pegawai dan tamu yang hadir.
“Semoga amal ibadah kita selama Ramadan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Delta.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan integritas setiap individu.
Acara ini dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran dengan tema “Jadikan Peringatan Nuzulul Quran dan Berbuka Puasa Bersama sebagai Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik.”
Kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan PN Pekanbaru, diikuti tausiah oleh Ustaz Rusydi Zakaria, dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Meski digelar di ruang sidang yang biasanya sunyi, suara anak-anak yatim yang tersenyum saat menerima santunan menambah kesan humanis acara ini.
Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menunaikan Salat Tarawih berjemaah, menutup rangkaian kegiatan dengan damai dan penuh rasa syukur.
Buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan memperkuat hubungan antar-manusia.
PN Pekanbaru menunjukkan bahwa lembaga peradilan pun bisa menjadi rumah yang hangat, bagi mereka yang bekerja di dalamnya mau pun masyarakat sekitar.*