Minggu | 20 Oktober 2019
Lions Club Operasi Gratis 88 Penderita Katarak
Organisasi dunia yang konsen terhadap pengabdian kemanusian, Lions Club (LC).


Minggu | 20 Oktober 2019
IKPTB Berhasil Kumpulkan 240 Kantong Darah
Ikatan Keluarga Persaudaraan Tionghoa Bengkalis (IKPTB) mengadakan kegiatan.


Kamis | 17 Oktober 2019
Perayaan Hari Raya Kathina Dana dan Hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta
Persamuan Umat Buddha (PUB) Bodhisatva Mahasthamaprapta Pekanbaru Jalan.

Rubrik : pekanbaru
Mahasiswa Protes Pemerintah Lambat Tangani Karhutla
Editor : wisly | Penulis: Novi Kwandi
Senin , 16 September 2019
Gubri temui massa yang demo.

PEKANBARU - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (16/9) siang.

Dalam aksi yang ketiga kali ini, massa dari mahasiswa menduduki separuh Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, persis depan pagar pintu masuk Kantor Gubernur Riau, dan sejumlah perwakilan mahasiswa mencoba masuk dengan menerobos pagar.

"Aksi kami lakukan sebagai bentuk kecewa terhadap Gubernur Riau (Gubri) yang tidak mau menemui kami sudah berjam-jam menunggu," kata Koordinator lapangan (Korlap) Aksi, Ikhwansyah.

Dalam aksi massa menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) mencabut izin operasional perusahaan yang terlibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), memberikan sanksi kepada perusahaan yang terlibat Karhutla untuk menanggung seluruh kerugian masyarakat Riau, menuntut Gubri mundur dari jabatan jika tidak bisa menyelesaikan masalah asap, dan menuntut Presiden melalui Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencopot Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Riau dari jabatannya, karena gagal menangani Karhutla.

Setelah lama menunggu akhirnya Gubri, Syamsuar datang menemui massa aksi. Ia menyebut, pemerintah telah berkerja dan membentuk Satuan Tugas (Satgas).

"Berdasarkan ketentuan satgas yang ditunjuk ialah saya, wakilnya pak Edy Natar, dan wakil satu lagi, Komandan Resort Militer (Danrem) yang juga ketua Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) darat yang akan memimpin untuk memadamkan api dari darat, baik dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten/Kota, dan Manggala Agni serta relawan lainnya.

Kemudian lanjutnya, ada satgas udara yang dipimpin oleh Komandan Pangkalan Udara Militer (Danlanud) yang bertugas dan mengatur perjalanan helikopter menurunkan Water Bombing.

"Di Riau kita telah mendapatkan tujuh helikopter bantuan dari BNPB yang hilir mudik memadamkan api," kata Syamsuar dihadapan massa.

Selain itu, ada tiga pesawat pembuat hujan buatan untuk menyebarkan garam di daerah Riau. "Alhamdulillah beberapa hari yang lalu telah berhasil dan kembali menabur garam lebih banyak lagi supaya hujan merata di Riau," sebutnya.

Ia menyampaikan, semua petugas terus melakukan usaha pencegahan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau masih berlangsung hingga satu bulan kedepan.

"Perkiraan BMKG pertengahan Oktober baru musim hujan. Jadi anak-anak kami harap memaklumi. Pemerintah terus bergerak mencari solusi, dan berkerja keras memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membakar," sebutnya.

Ia juga mengajak, mahasiswa sama-sama mencegah dan memberi penyuluhan kapada masyarakat aga tidak membakar. Pada 2020 Gubri merencanakan akan membeli alat seperti ekskavator atau mesin pengeruk supaya masyakarat tidak membakar.

"Jika kita melarang masyarakat membakar tentu harus ada solusinya," singkat Gubri.*




Berita Lainnya