|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, dipindahkan dari Jakarta ke Pekanbaru untuk menghadapi proses persidangan kasus dugaan korupsi pemerasan anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP Riau.
Pemindahan dilakukan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pengawalan ketat menuju Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Jalan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (11/3/2026).
Kedatangan Abdul Wahid telah disambut antusias pendukung di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru . Bahkan, setiba di Rutan Pekanbaru, ia disambut kompang oleh puluhan ibu-ibu dan pemuda.
Abdul Wahid akan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, bersama Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Muhammad Arief Setiawan dan Dani M Nursalam selaku Tenaga Ahli Gubernur Riau.
Menanggapi kedatangan Abdul Wahid, Rinaldi selaku Koordinator Gerakan Keadilan Abdul Wahid sekaligus juru bicara keluarga, menyampaikan apresiasi kepada relawan dan simpatisan yang terus mendukung mantan gubernur tersebut.
“Pertama, kami dari keluarga dan kawan-kawan Abdul Wahid yang tergabung dalam Gerakan Keadilan Abdul Wahid mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari kawan-kawan semua,” kata Rinaldi.
Rinaldi mengatakan, tim keluarga telah berkoordinasi dengan kuasa hukum yang saat ini masih berada di Jakarta untuk konsolidasi menghadapi persidangan. Menurutnya, tim kuasa hukum siap penuh menghadapi sidang pokok perkara yang akan datang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pengacara yang saat ini masih berada di Jakarta. Mereka sedang melakukan konsolidasi dan menyatakan sangat siap menghadapi sidang pokok materi,” ujarnya.
Rinaldi juga mengungkapkan pihaknya telah menemukan sejumlah fakta baru yang diyakini dapat menjadi senjata penting dalam persidangan.
Keyakinan ini diperkuat oleh orang-orang terdekat Abdul Wahid, yang menegaskan bahwa mantan gubernur tersebut tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan.
“Insyaallah kami telah menemukan hal-hal baru yang nantinya dapat menjadi senjata dalam persidangan untuk membuktikan bahwa Abdul Wahid tidak bersalah," kata Rinaldi.
Terkait adanya teriakan 'Pak Gub benar, Pak Gub tidak bersalah, dari pendujung, menurut Rinaldi keyakinan itu juga datang dari orang-orang terdekat bahwa Abdul Wahid tidak melakukan dan tidak memiliki hubungan dengan perkara yang dituduhkan.
Terkait dukungan masyarakat, Rinaldi menyebut solidaritas yang muncul bersifat spontan dan tidak terkoordinasi secara formal. Siapa saja yang ingin menjemput atau menyambut Abdul Wahid dipersilakan.
Mengenai kondisi kesehatan Abdul Wahid, Rinaldi menegaskan dalam keadaan baik. Beberapa hari lalu, Abdul Wahid sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Mayapada, yang difasilitasi KPK.
“Alhamdulillah, kondisi beliau sehat. Namun, untuk perkembangan terbaru kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata Rinaldi.
Beberapa video yang diterima tim Gerakan Keadilan memperlihatkan masyarakat menyambut Abdul Wahid di Rutan Pekanbaru dengan antusias. Mereka memadati halaman Rutan, sambil berteriak bebaskan Abdul Wahid.
Seorang simpatisan bersama Abdul Kalid mengaku sengaja datang ke Rutan untuk menyambut kedatangan Abdul Wahid. "Kami datang, sahat dan keluar karena ada hubungan emosional, memberikan support dan semangat kepada beliau ," ucapnya.
Selain Pekanbaru, sejumlah simpatisan juga datang dari beberapa kabupaten yang mengetahui kedatangan Abdul Wahid. Mereka berharap, keadilan ditegakkan terhadap Abdul Wahid.*