Mei 2026
10

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Riau Usulkan 29 Kampung Nelayan Merah Putih, Baru Satu Disetujui Pusat
pekanbaru | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:09:23 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : Rivo
ilustrasi

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengusulkan pembangunan 29 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada 2026. Namun, baru satu lokasi yang terealisasi dari program nasional tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Indra Putra, mengatakan seluruh proposal pembangunan kampung nelayan telah disampaikan secara resmi ke KKP. Pemerintah daerah berharap sebagian usulan tersebut dapat direalisasikan tahun ini.

"Tahun ini kita mengusulkan pembangunan KNMP di 29 titik. Proposalnya sudah kita sampaikan ke KKP. Kita berharap tahun ini bisa terealisasi, tapi kalau tidak kemungkinan untuk tahun 2027," kata Indra Putra, Kamis (12/3/2026).

Baca :

Puluhan lokasi yang diusulkan tersebut merupakan rekomendasi dari dinas perikanan kabupaten dan kota di Riau. Titiknya tersebar di sejumlah wilayah pesisir strategis, seperti Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, hingga Kota Dumai dan Pekanbaru.

Daerah-daerah tersebut selama ini dikenal memiliki aktivitas perikanan tangkap maupun budidaya yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pesisir.
Meski kebutuhan pembangunan kawasan nelayan cukup besar, hingga saat ini Riau baru menerima satu titik pembangunan KNMP yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lokasi tersebut berada di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Indra menjelaskan, pembangunan di lokasi tersebut kini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

"Pembangunan KNMP di Desa Pambang Pesisir menggunakan APBN dan saat ini sedang tahap pembangunan pagar, gapura, dan tangki air. Perkiraan bulan Juni sudah siap," ujarnya.

Minimnya realisasi program dari pusat ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pembangunan kawasan pesisir di daerah dengan alokasi program nasional yang tersedia. Padahal, menurut Indra, program Kampung Nelayan Merah Putih memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Ia menjelaskan, konsep KNMP tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga dirancang sebagai upaya transformasi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Pembangunan KNMP dirancang untuk mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong kemandirian ekonomi melalui social engineering," jelasnya.

Dalam implementasinya, program tersebut mencakup penyediaan berbagai sarana dan prasarana pendukung aktivitas nelayan. Fasilitas yang direncanakan antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pertemuan, hingga sentra kuliner berbasis hasil laut.

Saat ini, Pemprov Riau masih menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah pusat terkait nasib 28 usulan lokasi lainnya. Pemerintah daerah berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat segera diperluas agar manfaat program nasional tersebut benar-benar dirasakan masyarakat pesisir secara merata, tidak hanya di satu wilayah percontohan.* 

Terbaru
Artikel Popular
2
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional
BPS Catat 7,24 Juta Warga RI Masih...
Selasa, 5 Mei 2026 | 14:54:34 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar...
Minggu, 3 Mei 2026 | 19:55:44 WIB