|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Sebanyak 1.500 masyarakat memadati halaman Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat (13/3/26) sore untuk menerima santunan dhuafa. Kegiatan tahunan tajaan Umri bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Amil Zakat (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Lazismu) Riau ini merupakan puncak dari kegiatan 'Ramadan Ceria' sekaligus menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Staf Kementerian Koperasi dan UMKM, Koko Hardianto, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Rektor Umri, Dr H Saidul Amin MA, dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 dan 2015-2022, Hajriyanto Y. Thohari.
Hadir pula Ketua Pimpinan Baznas Riau, Masriadi Hasan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, Ketua BPH Umri,
HM Nazir Karim, Donatur Santunan Dhuafa, H Lawanis, serta segenap civitas akademika Umri.
Dalam sambutannya Rektor Umri, Saidul Amin, mengatakan bahwa Umri kini sudah berusia 17 tahun dengan mahasiswa lebih kurang 14 ribu orang.
"Saat ini, Umri memiliki 9 fakultas dengan 30 program studi (prodi) dan 10-an di antaranya sudah mendapat akreditasi berpredikat unggul, " ujar Saidul Amin.
Dalam memeriahkan Ramadan kali, yang mengusung tema 'Ramadan Ceria' ini berbagai agenda kegiatan sudah dilaksanakan, baik tingkat dalam maupun luar civitas akademi.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan santunan kepada 1.500 kaum dhuafa namun Umri juga menggelar berbagai kegiatan sebulan penuh, salah satunya yakni kompetisi Internasional Musabaqoh Hifzil Quran (MHQ) yang diikuti 11 negara dengan 93 peserta," papar Saidul Amin.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui kegiatan ini dapat memberikan rasa kepedulian antar sesama, apalagi dalam menyambut hari besar keagamaan bagi umat Muslim (Idulfitri).
Di kesempatan itu, SF Hariyanto juga menyampaikan Umri merupakan mitra strategis bagi Pemprov Riau dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul untuk masa depan Riau.
"Pemprov Riau menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp62 miliar bagi anak-anak Riau yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, Umri mendapatkan alokasi sebesar Rp7,1 miliar. Inilah bentuk komitmen Pemprov Riau mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan SDM anak daerah, " sebutnya.
Sedangkan dalam tausyiah Tabligh Akbar singkatnya, Hajriyanto Y. Thohari, yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Lebanon (masa kepimpinan Joko Widodo) mengungkapkan, rasa bangganya terhadap Umri yang berkembang cepat. Ini tidak terlepas dukungan internal warga persyarikatan Muhammadiyah dan bantuan dari Pemprov Riau.
Dalam tausyiahnya, Hajriyanto Y. Thohari mengatakan, semangat Muhammadiyah, melalui dunia pendidikan dengan mendirikan Umri dapat memberi manfaat bagi masyarakat Riau khususnya, yang tidak membedakan golongan, apakah itu Muslim maupun non Muslim.
"Amal usaha Muhammadiyah ini, ada sifatnya pendidikan dengan mendirikan universitas, dan juga kesehatan dengan mendirikan rumah sakit. Intinya, siapa saja mendapatkan pelayanan yang sama, dengan tidak membeda-bedakan agama dan partainya," lanjutnya lagi.
Hajriyanto mengatakan, Muhammadiyah memiliki semangat pluralisme dan toleransi serta keterbukaan.
"Terbukti di Universitas Muhammadiyah di Indonesia bagian timur, seperti di Sorong, Papua Barat, ada 82 persen mahasiswanya beragama Kristen," ucapnya.
Di sela kegiatan tersebut juga dilakukan launching Koperasi Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan buka bersama, dan Salat Maghrib berjamaah, serta diakhiri dengan pembagian santunan kepada 1.500 dhuafa sebagai penerima manfaat. ***