|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat silaturahmi serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia maju.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al-Adzim, Polda Riau, Pekanbaru, Selasa (17/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Anggota DPR Muhammad Rahul, serta jajaran Forkopimda Riau.
Sigit hadir didampingi Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.
Sigit menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan merupakan bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dan membangun soliditas dengan seluruh elemen masyarakat di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
“Safari Ramadan ini menjadi sarana untuk meningkatkan silaturahmi dan soliditas dengan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kehidupan demokrasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi harus tetap dijunjung tinggi. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Jangan sampai kegiatan-kegiatan tersebut disusupi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemunduran, apabila tidak diantisipasi dengan baik,” kata Sigit.
Menurut Sigit, persatuan dan kesatuan merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk dalam memanfaatkan momentum bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.
Ia menambahkan, di tengah berbagai perbedaan yang ada, seluruh elemen masyarakat harus tetap bersatu untuk mengawal Indonesia menuju negara maju.
“Di tengah dinamika perbedaan, kita harus tetap bersatu agar Indonesia dapat menjadi negara besar dan mampu bersaing di tingkat global,” tutur Sigit.
Sigit menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu mengelola kekayaan sumber daya alam secara optimal dan mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
"Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi," ingatnya.
Sigit menegaskan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya mitigasi untuk menjaga stabilitas nasional, khususnya dalam menghadapi dampak situasi global terhadap kondisi dalam negeri.
“Upaya tersebut dilakukan agar stabilitas tetap terjaga, ekonomi nasional terus tumbuh, dan program pembangunan menuju masyarakat yang adil dan sejahtera dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Di kesempatan itu, Sigit juga mengingatkan bahwa ke depan bangsa Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan, yang menjadi bagian dari pertarungan untuk memajukan negara.
Salah satu di antaranya adalah bagaimana memanfaatkan momentum bonus demografi yang saat ini sudah berada di depan mata. Menurutnya, Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju.
Ia menyebutkan, Indonesia memiliki target menjadi negara besar yang berada pada posisi tiga atau empat dunia. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri, termasuk dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan mitigasi terhadap dampak situasi global, khususnya yang dapat memengaruhi kondisi dalam negeri. Langkah tersebut dilakukan agar stabilitas nasional tetap terjaga, termasuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menegaskan, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas di tengah dinamika global, sehingga program-program pembangunan nasional tetap dapat berjalan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Riau di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan yang telah berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan.
"Polri akan terus membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga stabilitas sebagai modal utama pembangunan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Sigit turut melakukan penandatanganan prasasti renovasi Masjid Al-Adzim Polda Riau. Ia juga mengukuhkan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) Riau serta Ojol Kamtibmas Presisi.*