Mei 2026
13

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dengar Auman Harimau, Tim Mitigasi BBKSDA Riau Menjauh dari Area PT PHR
bengkalis | Selasa, 7 April 2026 | 21:31:39 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU - Seekor Harimau Sumatera dilaporkan muncul di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan, tepatnya di DSF 125 Tonggak 8, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Kemunculan satwa dilindungi itu langsung ditindaklanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim BBKSDA segera diturunkan ke lokasi penampakan di "Kucing Besar".

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan keberadaan satwa tersebut telah diverifikasi berdasarkan video yang beredar di masyarakat serta hasil penelusuran di lapangan. 

Baca :

“Dari hasil identifikasi, satwa dalam video tersebut dipastikan merupakan Harimau Sumatera dengan estimasi usia dewasa,” ujar Supartono, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, kemunculan harimau disampaikan pihak PT PHR pada Minggu (5/4/2026) seorang karyawan langsung berjumpa dengan harimau itu dan mendokumentasikannya.

Menindaklanjuti laporan itu, pada Senin (6/4/2026), tim gabungan yang terdiri atas personel BBKSDA Riau dan petugas keamanan perusahaan melakukan pengecekan di lokasi. 

Dalam kegiatan tersebut, tim mendengar auman harimau di sekitar titik awal perjumpaan, yang mengindikasikan satwa masih berada di kawasan tersebut.

“Sebagai langkah antisipasi keselamatan dan untuk menghindari kontak langsung, tim memutuskan bergeser sejauh kurang lebih 500 meter dari titik sumber suara guna melakukan pemantauan lebih lanjut,” kata Supartono.

Dalam upaya mitigasi, tim memasang kamera pemantau (camera trap) di sejumlah titik strategis untuk memastikan keberadaan satwa secara visual sekaligus memantau pola pergerakannya. 

Selain itu, tim juga melakukan pengambilan dokumentasi udara menggunakan drone serta pencatatan titik koordinat sebagai dasar analisis lanjutan.

Selain itu, ungkap Supartono, pihaknya juga menurunkan tim medis yang disiagakam di lokasi  sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

"Hingga saat ini, kami masih melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Pertamina Hulu Rokan," ucap Supartono.

Supartono menegaskan, pihaknya juga tengah melakukan penilaian risiko potensi konflik antara manusia dan satwa liar sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. 

“Upaya yang kami lakukan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus perlindungan terhadap Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi,” tegasnya.

Supartono menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali serta menentukan langkah mitigasi lanjutan yang tepat dan terukur.*

Terbaru
Artikel Popular
2
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional