|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menginstruksikan seluruh SMA/SMK dan SLB negeri agar tidak menyelenggarakan acara perpisahan di hotel atau tempat mewah yang berpotensi memberatkan wali murid.
Kebijakan diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya biaya iuran perpisahan sekolah. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, acara seremonial dinilai kerap menambah beban pengeluaran orang tua.
Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, menegaskan efisiensi harus menjadi prioritas bagi sekolah dan komite. Menurutnya, momen pelepasan siswa seharusnya menonjolkan nilai emosional dan penguatan karakter, bukan kemewahan.
"Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa," ujar Erisman di Pekanbaru, Rabu (15/4/2026).
Ia mencontohkan pelaksanaan perpisahan sederhana yang dilakukan salah satu SMA Plus di Riau. Acara tersebut digelar di halaman sekolah, namun tetap berlangsung khidmat dan bermakna.
"Ini membuktikan bahwa kualitas acara tidak ditentukan oleh lokasi mewah, tetapi oleh kebersamaan antara guru, siswa, dan orang tua," tambahnya.
Disdik Riau menilai pelaksanaan perpisahan di hotel kerap memicu pembengkakan biaya, mulai dari sewa tempat, dekorasi berlebihan, hingga konsumsi premium. Karena itu, pihak dinas meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan komite sekolah untuk berkoordinasi secara intensif.
Koordinasi ini penting guna memastikan tidak ada paksaan iuran tinggi kepada orang tua dengan alasan kesepakatan bersama. Melalui kebijakan ini, Disdik Riau berharap sekolah dapat mengalihkan fokus pada peningkatan prestasi akademik serta pembentukan karakter siswa.
Disdik juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada sekolah yang melanggar aturan tersebut, termasuk yang berlindung di balik kesepakatan yang tidak transparan.*