|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak dijadwalkan mengunjungi Provinsi Riau, pada Sabtu (25/4) besok. Ada sejumlah kegiatan yang akan dilakukan Wamenhaj, satu di antaranya menyapa dan melepas jemaah calon haji asal Riau.
Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Riau Defizon mengatakan, Wamenhaj Dahnil akan menyapa dan melepas jemaah calon haji asal Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Embarkasi Batam di Pekanbaru, pada Sabtu pagi.
"Wamenhaj akan menyapa dan melepas keberangkatan jemaah kloter 4 ke Embarkasi Batam di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," ujar Defizon kepada Metro Riau, Jumat (24/4).
Pada tahun ini, Riau memberangkatkan sebanyak 4.704 orang, terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas haji. Mereka terbagi dalam sejumlah kloter Embarkasi Batam, mulai dari kloter 3 hingga kloter 12 untuk gelombang pertama yang akan diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi.
Sementara itu, satu kloter lainnya tergabung dalam kloter 18 pada gelombang kedua yang akan terbang ke Jeddah bersama calon jemaah haji dari Provinsi Kalimantan Barat, dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.
Selain menyapa jemaah calon haji, Wamenhaj juga akan mengikuti Sa’i Walk n Run di Pekanbaru, pada Ahad (26/4). "Wamenhaj akan melaksanakan Sa’i Walk n Run yang diawali Salat Subuh berjemaah di Masjid Raya An-Nur," kata Defizon.
Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil menegaskan bahwa Sa’i Walk & Run tidak sekadar aktivitas olahraga biasa. Ia menyebut ada tiga pilar utama dalam kegiatan ini, yakni ibadah melalui Salat Subuh berjemaah, penguatan spiritual lewat kajian Subuh, serta aktivitas fisik melalui jalan dan lari bersama.
“Sa’i Walk & Run ini bukan hanya soal lari. Kuncinya ada pada tiga aktivitas utama: Salat Subuh berjemaah, kajian Subuh, dan kemudian ditutup dengan jalan dan lari bersama,” ujar Dahnil.
Ia menjelaskan, konsep Sa’i Walk & Run terinspirasi dari salah satu rukun haji, yaitu sa’i, yang mencerminkan semangat ikhtiar, ketekunan, dan ketahanan fisik dalam beribadah.
Lebih lanjut, Dahnil menekankan pentingnya istithaah kesehatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi salah satu faktor kunci agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah bagian dari istithaah. Tanpa kondisi fisik yang baik, ibadah haji tidak bisa dijalankan secara maksimal,” jelasnya."