|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia Provinsi Riau periode 2026–2029 resmi dikukuhkan pada Sabtu (25/4/2026) di Ballroom Hotel Arya Duta, Pekanbaru.
Dalam kepengurusan periode ini, Dikemri dipercaya sebagai ketua, didampingi Fadhli Tanjung sebagai sekretaris, serta M. Akhyar Sidik sebagai bendahara.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Rocky Gerung, Sekretaris Jenderal Matahari Pagi Indonesia Rahmat Tri Fahmi, serta Ketua Majelis Penasihat Prof. Junaidi.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi di Provinsi Riau.
Ketua Matahari Pagi Indonesia Provinsi Riau terpilih, Dikemri, dalam sambutan perdananya menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menyatakan bahwa kepengurusan yang baru akan membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa amanah ini hanya akan bermakna jika dijalankan secara bersama. Pagi Indonesia Provinsi Riau akan membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, karena pengabdian adalah kerja kolektif, bukan kerja perorangan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa Matahari Pagi Indonesia kini telah bertransformasi untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menekankan pergeseran fokus organisasi dari ranah politik menuju gerakan yang lebih menyentuh akar budaya dan sosial.
“Kami memutuskan merangkul semua pihak yang kemudian kami sebut dari gerakan politik menjadi gerakan kebudayaan,” ujar Dahnil dalam sesi wawancara usai acara.
Ia menambahkan bahwa bentuk nyata dari gerakan ini meliputi bidang pendidikan, sosial, hingga kegiatan sederhana seperti berbagi makanan dan membersihkan rumah ibadah.
Khusus untuk wilayah Riau, Dahnil menyoroti pentingnya menjaga identitas lokal dan literasi sebagai kekuatan utama. Ia berharap tradisi Melayu dapat menjadi sumber inspirasi nasional, terutama melalui penguatan literasi di kalangan anak muda.
“Kita ingin tradisi Melayu sebagai tradisi besar bangsa Indonesia itu bisa menginspirasi Indonesia, misalnya tradisi literasi,” jelasnya.
Selain itu, Dahnil juga menitipkan pesan kepada pengurus di Riau untuk memberikan perhatian serius pada isu lingkungan hidup. Ia mendorong adanya kolaborasi aktif dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengawal isu-isu krusial di daerah.
“Teman-teman harus merangkul semua pihak, mengakumulasikan semua gerakan, terutama gerakan literasi lingkungan karena isu lingkungan di Riau juga tinggi, terutama isu kebakaran hutan dan pembalakan liar,” tegas Dahnil.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan prasasti pembangunan pesantren di Kabupaten Kampar sebagai simbol komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Riau.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Matahari Pagi Indonesia Provinsi Riau dapat semakin solid dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.(lin)