|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, terus meningkatkan koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten/Kota di Riau untuk memantau kondisi kebencanaan di daerah. Hal ini dilakukan karena saat ini curah hujan kembali tinggi di Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, hujan dilaporkan terjadi cukup merata terjadi di Provinsi Riau. Hal tersebut juga membuat beberapa daerah yang sempat dilaporkan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah padam.
Sebelumnya sempat dilaporkan terjadi Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan juga Pelalawan. Tim gabungan juga langsung berupaya melakukan pemadaman, baik melalui darat dan udara yang kemudian dibantu dengan turunnya hujan.
“Untuk Karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada Karhutla saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” katanya.
Sementara itu, akibat hujan yang terjadi di Riau. Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya daerah yang terdampak banjir. Namun demikian, pihaknya mengimbau BPBD kabupaten/kota untuk tetap siaga.
“Belum ada yang melaporkan terjadi banjir, tapi mungkin permukaan air sungai ada mengalami kenaikan tapi belum terjadi banjir. Kami minta untuk tetap waspada, jika memerlukan bantuan bisa segera melaporkan ke BPBD Riau,” imbaunya.
Pihaknya juga sempat mendengar bahwa di Kabupaten Kuansing sempat terjadi kenaikan permukaan air sungai Kuantan. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan saat ini sudah kembali normal.
“Sungai Kuantan di Kuansing sempat dilaporkan naik permukaan airnya. Tapi tidak lama dan sekarang sudah normal kembali,” ujarnya.*