Mei 2026
27

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Ribuan Umat Buddha Pekanbaru Meriahkan Pawai Waisak
huawen | Senin, 25 Mei 2026 | 15:01:53 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : *

PEKANBARU - Ribuan umat Buddha mengikuti Pawai Waisak BE 2570 BE tahun 2026 yang dipusatkan di Jalan Dr Leimena atau  dikenal masyarakat sebagai Jalan Karet, kawasan Kampung Tionghoa Melayu, Sabtu (23/5/2026) sore. Peserta pawai dilepas Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Dr H Muliardi MPd.

Hadir Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Wiryanto S Ag MM, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Riau, Mariyana dan Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Riau, Kurniadi serta tokoh Agama Buddha. Dimeriahkan atraksi barongsai.

Kakanwil Kemenag Riau, Dr H Muliardi MPd memberikan apresiasi kepada umat Buddha yang mengikuti pawai Waisak. Dikatakannya, pawai Waisak menjadi simbol kerukunan dan keberagaman yang terjalin baik di Provinsi Riau.

Baca :

"Pawai menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi yang sangat baik. Kita berharap suasana harmonis seperti ini terus terjaga di tengah masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Bersama, Aniruddha Tan diwakili Sekretaris Panitia Vina Anggreni mengatakan, umat Buddha sangat antusias mengikuti pawai Waisak. Pawai melibatkan sekitar 2964 peerta dan 12 mobil hias. Kemudian terdapat odong-odong untuk anak-anak dan orang tua. Peserta berasal dari berbagai lembaga dan organisasi. Di antaranya Lembaga keagamaan Buddha, Lembaga pendidikan dan Ormas Tionghoa.

"Hampir 3.000 peserta yang terdaftar untuk mengikuti pawai Waisak. Rute pawai dimulai dari Jalan Karet, Juanda, A Yani, M Yamin, sidirman dan kembali ke Juanda," katanya di lokasi pawai.

Humas dan Media Panitia Waisak, Ket Tjing menambahkan, pawai dapat memupuk rasa persaudaraan, karena pawai Waisak tidak hanya diikuti umat Buddha.  

Puncak perayaan Waisak jatuh pada tanggal 31 Mei mendatang. Waisak memperingati tiga Peristiwa penting, yaitu kelahiran Bodhisattva Shiddarta Gautama. Kedua, memperingati Pangeran Siddharta Gautama yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian menjadi pertapa. Membina diri hingga akhirnya mencapai kesempurnaan menjadi Buddha dan wafatnya sang Buddha.*

 

Terbaru
Artikel Popular
5
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional