|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SIAK - EMP Bentu Limited memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran kepada masyarakat Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Senin (25/5/2026), menyusul meningkatnya perhatian terhadap risiko kebakaran rumah warga maupun potensi kebakaran di area operasi perusahaan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, lingkungan, dan operasional industri di Riau.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan SKK Migas Sumbagut Halifta, Pemerintah Desa Pangkalan Baru, serta masyarakat setempat. Edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran sejak dini, baik di lingkungan permukiman maupun di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pangkalan Baru Yusri Erwin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan EMP Bentu Limited kepada warga yang rumahnya terbakar belum lama ini. Ia berharap kegiatan operasi perusahaan di wilayah Desa Pangkalan Baru dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Terima kasih sudah membantu korban kebakaran di Pangkalan Baru dan kami berharap kegiatan EMP yang ada di Pangkalan Baru bisa berjalan lancar,” kata Yusri.
Pada kesempatan itu, EMP Bentu Limited juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan bahan bangunan kepada salah seorang warga Desa Pangkalan Baru yang menjadi korban kebakaran rumah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Communication and Government Relation Officer EMP Bentu Limited Edi Samsuar mengatakan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran yang dapat terjadi di lingkungan rumah maupun di sekitar area operasional perusahaan. Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan.
Ia mengatakan kondisi lingkungan yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta keberlangsungan operasional industri hulu migas di daerah. Karena itu, perusahaan terus mendorong edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.
EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan kebakaran tidak hanya berdampak terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan operasional di wilayah sekitar. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko kebakaran di daerah rawan karhutla seperti Riau.
“Pencegahan kebakaran tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan agar lingkungan tetap aman dan aktivitas masyarakat maupun operasional dapat berjalan dengan baik,” menurutnya.
Dalam sesi diskusi, masyarakat mendapat penjelasan mengenai langkah pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi kebakaran, serta pentingnya menjaga lingkungan di tengah musim panas dan meningkatnya potensi kebakaran lahan maupun permukiman. Edukasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran yang dapat berdampak pada kesehatan, ekonomi masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas di wilayah sekitar.(lin)