Jun 2026
19

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dukung Pencegahan Karhutla Berbasis Tata Kelola Air Gambut, APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawa
potensa | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:17:24 WIB
Editor : Herlina | Penulis : Herlina

PELALAWAN – APP Group melalui unit usahanya, PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung (SPA), memperkuat dukungan terhadap upaya pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis tata kelola air gambut. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kolaborasi lapangan dalam agenda penguatan antisipasi dan pencegahan karhutla di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, yang turut ditinjau langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat.

Agenda ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kesiapsiagaan karhutla dilakukan sejak dini melalui pembasahan gambut, pembangunan dan penguatan sekat kanal, pemantauan tinggi muka air tanah, serta pelibatan masyarakat di tingkat tapak. Pelalawan menjadi salah satu lanskap penting dalam memperkuat praktik kolaboratif pencegahan karhutla, sejalan dengan komitmen APP Group dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab di seluruh wilayah operasional dan rantai pasoknya.

“Kita di berbagai wilayah di tanah air yang memiliki lahan gambut adalah fakta. Lahan gambut itu apabila dia tidak digenangi secara terus menerus pada saat yang sama terus disinari oleh matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar itu fakta,” tutur Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat.

Baca :

“Kedatangan saya ke sini adalah untuk menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah membangun sekat sekat kanal, membuat semacam bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar sini itu adalah bagian dari upaya untuk memitigasi agar bencana kebakaran lahan bisa dikurangi,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH meninjau sejumlah titik pengelolaan air gambut, mulai dari Desa Pangkalan Terap, area kerja PT Arara Abadi Distrik Merawang, Desa Pulau Muda/Parit Sri Mawar, hingga Pulau Mendol. Di berbagai titik tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai intervensi pembasahan, konsep water sharing, pembangunan sekat kanal, pengelolaan tinggi muka air tanah, serta dukungan peralatan pencegahan dan pengendalian karhutla.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata menyampaikan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, tidak hanya melalui kesiapan pemadaman, tetapi juga melalui penguatan tata kelola air, teknologi pemantauan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pencegahan karhutla harus dimulai jauh sebelum api muncul. Kami mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola air gambut, pembangunan sekat kanal, pembasahan lahan, serta pemberdayaan masyarakat. Kami percaya, kolaborasi berbasis data, teknologi, dan kesiapan lapangan menjadi kunci untuk menjaga ekosistem gambut tetap basah dan menekan risiko kebakaran,” ujar Suhendra. 

Di Desa Pangkalan Terap, PT Arara Abadi mendukung penguatan infrastruktur tata kelola air melalui pembangunan sekat kanal. Terdapat total 13 sekat kanal di wilayah tersebut, terdiri dari 5 sekat kanal atas permintaan KLH/BPLH dan 8 sekat kanal yang telah dibangun oleh PT Arara Abadi. Pembangunan dilakukan dengan dukungan alat berat, termasuk excavator, untuk memperkuat fungsi kanal blocking dalam menahan air agar tidak langsung terbuang ke hilir.

Sementara itu, di Desa Pulau Muda, khususnya Parit Sri Mawar, PT Arara Abadi bersama PT Satria Perkasa Agung mendukung pembangunan 6 sekat kanal serta kegiatan cuci parit sepanjang 900 meter. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan, tenaga teknis, supervisi, dan operasional lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga kelembapan gambut dan memperkuat pencegahan karhutla berbasis tata kelola air.

Di Pulau Mendol, PT Arara Abadi juga memberikan dukungan pembangunan sekat kanal melalui penyediaan tenaga teknis, tenaga kerja, serta dukungan operasional. Sekat kanal yang dibangun memiliki spesifikasi lebar 2 meter, kedalaman 1,5 meter, sayap 3 meter, serta dilengkapi pintu sekat/blocking untuk membantu mengatur aliran air di kawasan gambut.

Selain mendukung pembangunan infrastruktur air, APP Group juga menerapkan pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di area operasional PT Arara Abadi. Pemantauan ini menjadi bagian dari sistem water management perusahaan untuk memastikan kondisi gambut tetap terjaga, termasuk melalui pengukuran water level, water table, subsidence, serta dukungan Fire Danger Rating System sebagai perangkat pendukung deteksi dan mitigasi risiko karhutla.

“Pengelolaan gambut membutuhkan disiplin operasional dan pemantauan yang konsisten. Karena itu, intervensi fisik seperti sekat kanal dan pembasahan lahan perlu berjalan beriringan dengan sistem pemantauan, kesiapan tim lapangan, serta keterlibatan masyarakat. Bagi kami, pencegahan karhutla adalah agenda bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” tambah Suhendra.

APP Group juga memperkuat pencegahan karhutla melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk Desa Makmur Peduli Api (DMPA), yang mendorong masyarakat berperan aktif dalam pencegahan kebakaran, peningkatan kesadaran lingkungan, serta penguatan alternatif ekonomi berbasis potensi desa. Program ini menjadi pelengkap dari inisiatif pemerintah seperti Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), sehingga pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif di tingkat tapak.

Melalui pendekatan Integrated Fire Management, APP Group menempatkan pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat sebagai satu kesatuan strategi pengendalian karhutla. Upaya ini juga sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision 2030, yang menekankan perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta kolaborasi multipihak sebagai fondasi operasional perusahaan.(lin)

Terbaru
Artikel Popular
2
politik
hukum
Nasional