|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau akan menggelar Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026, yang disebut sebagai salah satu ajang lari terbesar di Sumatera.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana kampanye lingkungan untuk melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kelestarian ekosistem di Bumi Lancang Kuning.
Dalam agenda Road to Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa setiap langkah peserta membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian satwa endemik Riau.
Menurutnya, RBR 2026 menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla sekaligus menjaga kelestarian habitat satwa liar seperti gajah dan harimau Sumatera.
“Tahun ini kita menghadapi tantangan besar di sektor lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dan ekosistem. Ini adalah langkah untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan satwa liar yang menjadi kekayaan Riau,” ujar Herry di Pekanbaru, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Riau saat ini tengah memasuki siklus cuaca ekstrem 30 tahunan yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, Polda Riau menjadikan Riau Bhayangkara Run 2026 sebagai media edukasi untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, sektor swasta, serta instansi pemerintah agar siap berkolaborasi dalam pencegahan dan penanganan dini karhutla.
Selain mengangkat isu lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana kampanye konservasi satwa. Herry mengajak masyarakat untuk turut menjaga habitat gajah, harimau Sumatera, dan berbagai fauna lainnya dari ancaman kerusakan hutan maupun perburuan liar.
Hal menarik dalam pelaksanaan RBR 2026 adalah tingginya antusiasme peserta difabel yang turut mendaftar dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menanggapi aspirasi terkait pembentukan kategori khusus difabel, Herry menyampaikan bahwa kategori tersebut belum dapat diterapkan secara penuh pada tahun ini karena keterbatasan waktu persiapan dan kebutuhan standardisasi jalur yang aman.
“Bagi rekan-rekan difabel yang sudah mendaftar, silakan ikut berlari bersama di rute umum. Panitia dan peserta lainnya akan saling menjaga karena mereka menjadi prioritas. Insya Allah, sarana dan jalur khusus difabel akan kami siapkan lebih matang pada penyelenggaraan tahun depan,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Herry menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, personel, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Road to Riau Bhayangkara Run 2026.
Ia berharap melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, Provinsi Riau dapat menghadapi tahun 2026 dengan aman serta terhindar dari bencana kabut asap.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, para Pejabat Utama Polda Riau, serta Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica Salsabila Setiawan.
Versi ini sudah disusun dengan pola judul – lead – isi – kutipan – penutup, sehingga lebih sesuai untuk publikasi di portal berita dan media siber.*