Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : siak
Cukup Puas dengan Hasil TdSi 2019, Tim Belanda Ingin Ikut Lagi Tahun Depan
Editor : wisly | Penulis: Fajar
Senin , 23 September 2019
Bupati Siak, Alfedri menyerahkan hadiah kepada pembalap yang memenangi Tour de Siak 2019 di Kabupatan Siak, Minggu (22/9). (ist)

SIAK - Tim balap sepeda Global Cycling Holland mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih di Tour de Siak (TdSi) ke-7 pada 19-22 September 2019 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Tim asal Belanda itu menyatakan ingin kembali mengikuti TdSi pada 2020 mendatang.

Ofisial Global Cycling Holland, Bianca Zarco mengatakan, TdSi 2019 adalah balapan yang sulit karena penuh tantangan, terutama terkait cuaca.

"Kami berhasil mendapatkan posisi ketiga secara keseluruhan, dan kedua dalam klasifikasi sprint. Kami senang dengan hasil itu karena ini adalah balapan yang sulit," tutur Bianca, Senin (23/9).

Pelaksanaan TdSi 2019 terganggu oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bianca mengakui kabut asap jadi tantangan tersendiri bagi pebalap timnya.

"Panitia TdSi telah menyelenggarakan lomba dengan sangat baik, tapi sayangnya cuaca kurang mendukung. Saya pikir acara ini akan menyenangkan jika dilakukan tanpa ada kabut asap sehingga balapan bisa secara penuh dan akan lebih seru," katanya.

Seperti diketahui, satu dari empat etape, yakni etape III pada Sabtu (21/9) dihentikan panitia karena kabut asap semakin pekat. Balapan dengan rute Siak-Dayun-Buatan-Siak tersebut dibatalkan demi kesehatan para pebalap.

Bianca kemudian mengungkapkan bahwa timnya ingin mengikuti TdSi selanjutnya pada tahun depan dengan harapan tidak ada lagi kabut asap. "Kami ingin sekali datang lagi ke TdSi 2020, tetapi pada saat tidak ada kabut asap," ucapnya.

Soal kekuatan lawan pada TdSi 2019, Bianca mengaku tidak bisa berkomentar banyak. "Lawan sulit dikomentari karena balapan tidak berjalan penuh sehingga tidak memungkinkan untuk benar-benar mengenal lawan kami," sebutnya.

Kabut asap diakui Bianca juga menyulitkan timnya untuk menyusun strategi sepanjang balapan. "Itu sungguh jadi tantangan besar," katanya.

Bianca pun berharap ada solusi atas persoalan kabut asap akibat Karhutla. "Saya bisa membayangkan, akan sangat senang untuk kembali mengikuti balapan sepenuhnya pada kegiatan selanjutnya di Siak. TdSi adalah balapan yang sangat bagus," ungkapnya.

Di sisi lain, Binca juga mengaku sangat bangga karena timnya mendapat sambutan hangat dari panitia, masyarakat Siak, dan para penonton TdSi 2019.

"Sangat menyenangkan, kami merasa mendapat sambutan luar biasa. Semua orang menyapa dan mengambil foto, itu perasaan yang istimewa," pungkasnya.

Setelah mengikuti TdSi, para pebalap Global Cycling Holland langsung terbang ke Banyuwangi, Jawa Timur. "Kami ke Banyuwangi untuk mengikuti Tour de Banyuwangi Ijen 2019 dan berharap untuk mendapatkan hasil yang baik juga," tutup Bianca.*

 




Berita Lainnya