Okt 2026
09

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kapal Ikan Tenggelam Usai Tabrakan dengan Pengangkut LPG di Korsel, Dua WNI Hilang
nasional | Jumat, 26 Juni 2026 | 12:30:00 WIB
Editor : mg1 | Penulis : nasional.kompas
Ilustrasi

JAKARTA – Dua warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG di perairan Busan, Korea Selatan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjelaskan, kecelakaan terjadi di perairan Gijang, Busan, pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 10.10 waktu setempat. Kapal penangkap ikan berbobot 79 ton bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton hingga akhirnya tenggelam.

"Menurut informasi dari Korea Coast Guard (KCG), insiden terjadi pada 25 Juni 2026 sekitar pukul 10.10 waktu setempat, ketika sebuah kapal penangkap ikan berbobot 79 ton bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton di perairan sekitar Gijang, Busan," kata Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah, Kamis (25/6/2026).

Baca :

Saat kejadian, kapal penangkap ikan tersebut membawa delapan orang ABK yang terdiri dari enam WNI dan dua warga negara Korea Selatan.

"Dari jumlah tersebut, 6 ABK (4 diantaranya WNI) berhasil diselamatkan, sementara 2 ABK WNI lainnya masih dalam proses pencarian," ujarnya.

Pemerintah Korea Selatan langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pencarian dua ABK WNI yang masih hilang. Operasi tersebut melibatkan kapal patroli Penjaga Pantai, kapal Angkatan Laut, helikopter, kapal pemerintah, hingga bantuan dari kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kemlu RI dan KBRI Seoul akan terus memantau penanganan insiden melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan mengikuti dengan seksama perkembangan lebih lanjut proses pencarian dimaksud," ucap Heni.

Di sisi lain, KBRI Seoul juga telah berkomunikasi dengan keluarga para ABK di Indonesia. Langkah itu dilakukan agar pihak keluarga terus menerima perkembangan terbaru mengenai proses pencarian sekaligus mendapatkan pendampingan selama proses evakuasi berlangsung. *

 

Terbaru
inhu
Pemkab Inhu Rumuskan Arah Pembangunan Kelapa Sawit Melalui RAD-KSB
Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:42:07 WIB
pekanbaru
27.250 Masyarakat Riau Terserang ISPA, Pekanbaru Tertinggi
Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:40:37 WIB
potensa
PT AIP Minamas Plantation Tunaikan FKPM Rp57 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:41:59 WIB
politik
Perpres Ojol Rampung, Potongan Biaya Platform Maksimal 8 Persen
Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:06:36 WIB
pekanbaru
Pagi Ini, Kualitas Udara Pekanbaru Kategori Sangat Tidak Sehat
Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:00:00 WIB
etalase
Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:33:06 WIB
nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
3
5
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Brigjen Simson Zet Ringu Resmi Jabat Wakapolda Riau...
Sabtu, 26 September 2026 | 13:36:30 WIB
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB