Jul 2026
01

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Mahasiswa FBN FISIP UNRI Pelajari Budidaya Puyuh di Sialang Munggu
etalase | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:58:09 WIB
Editor : * | Penulis : mg1
Mahasiswa KKN FISIP Berdampak UNRI Sedang Memanen Telur Puyuh

PEKANBARU – Mahasiswa FBN (FISIP Berdampak untuk Negeri) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau mengunjungi peternakan puyuh di Kelurahan Sialang Munggu, Senin (29/6/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari budidaya puyuh sekaligus mengangkat potensi usaha peternakan lokal.

Peternakan yang baru beroperasi sekitar empat bulan itu dikelola oleh kelompok pangan beranggotakan 10 orang. Saat ini, terdapat sekitar 1.000 ekor puyuh petelur yang bibitnya didatangkan dari Payakumbuh.

Menurut pemilik peternakan puyuh, Bang Raja, bibit dibeli saat berusia 15 hari dengan harga sekitar Rp7.000 per ekor. Sebelum dipindahkan ke kandang pembesaran, bibit terlebih dahulu ditempatkan di ruang brooding agar mampu beradaptasi.

Baca :

Perawatan puyuh dilakukan secara rutin dengan memberikan pakan Pur P304C sebanyak tiga kali sehari. Air minumnya dicampur vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, sementara vitamin antistres diberikan karena puyuh sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama cahaya dan aktivitas di sekitar kandang.

Puyuh mulai bertelur pada usia 45 hingga 50 hari dengan masa produksi mencapai 15–18 bulan. Telur biasanya dihasilkan pada pukul 15.00–17.00 WIB dan dipanen sekitar pukul 19.30 WIB.

"Dari sekitar seribu ekor puyuh, rata-rata kami menghasilkan sekitar 500 butir telur atau lima papan setiap hari," ujar Bang Raja.

Meski produksinya cukup menjanjikan, usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala. Hama tikus, kenaikan harga pakan, serta permintaan pasar yang belum stabil menjadi tantangan utama bagi peternak.

Untuk pemasaran, telur puyuh dijual ke sejumlah warung kelontong di Pekanbaru. Sebagian hasil panen juga disalurkan ke SPPG untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai kebutuhan. Selain itu, promosi melalui Instagram dan TikTok dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar. Saat ini, telur puyuh dijual seharga Rp34.000 hingga Rp35.000 per papan.

Bang Raja mengatakan usaha ternak puyuh berawal dari hobi yang kemudian berkembang menjadi usaha kelompok. Ke depan, peternakan ini juga akan dikembangkan sebagai wisata edukasi sehingga pengunjung dapat belajar sekaligus memanen telur puyuh secara langsung.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa FBN FISIP Universitas Riau memperoleh pengalaman langsung mengenai budidaya puyuh, pengelolaan usaha, serta strategi pemasaran produk lokal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendokumentasikan potensi ekonomi masyarakat sebagai implementasi semangat FISIP Berdampak untuk Negeri. *

Terbaru
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
4
5
politik
hukum
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB