|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

Pekanbaru — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Kamis (2/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan pada pagi hingga siang hari. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Pada pagi hingga siang hari, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun pada sore hingga malam hari, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir,” ujarnya.
BMKG juga memprakirakan kondisi dini hari didominasi udara kabur hingga berawan. Suhu udara berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Rokan Hilir serta Dumai-Bengkalis.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau umumnya berada pada kategori rendah. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mewaspadai potensi gelombang kategori sedang di wilayah tertentu,” jelasnya.
Selain prakiraan cuaca, BMKG mencatat sebanyak 98 titik panas di Pulau Sumatera hingga pukul 23.00 WIB, dengan 18 titik di antaranya berada di Provinsi Riau. Sebaran hotspot tersebut meliputi Indragiri Hulu sembilan titik, Pelalawan tiga titik, Siak dua titik, serta masing-masing satu titik di Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru.
“Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 18 titik panas di Provinsi Riau. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Deby.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang masih terdeteksi memiliki titik panas. *