|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

BAGANSIAPIAPI - Kepala Puskesmas (Kampus) Bagansiapiapi, dr. Romi Cahyadi, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan disampaikan pada Kamis (9/7) di tengah meningkatnya kasus DBD di wilayah Bagansiapiapi. Menurut dr. Romi, masyarakat harus konsisten menerapkan pola hidup bersih dengan prinsip 3M, yakni menguras penampungan air, membuang sampah, serta mengurangi gantungan baju yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
"DBD menular melalui gigitan nyamuk, maka kebersihan lingkungan rumah dan halaman menjadi kunci," tegasnya.
Ia menyarankan agar masyarakat memanfaatkan ikan cupang di penampungan air. Ikan tersebut mampu memakan jentik-jentik nyamuk sehingga dapat menekan perkembangbiakan nyamuk. Cara sederhana ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis di tengah masyarakat.
Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 134 kasus DBD di Bagansiapiapi. Angka menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi meluasnya wabah jika tidak segera diantisipasi.
Puskesmas Bagansiapiapi juga mengajak perangkat desa, mulai dari penghulu, kepala dusun, RT, hingga RW, untuk menggerakkan warganya bergotong royong membersihkan lingkungan. Kegiatan kolektif ini diyakini mampu menekan angka kasus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain itu, dr. Romi mengingatkan masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan ke RSUD atau puskesmas jika mengalami demam lebih dari dua hari.
"Jangan menunggu terlalu lama, karena DBD yang terlambat ditangani akan sulit disembuhkan dan berisiko fatal," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat. Dengan pemeriksaan medis sejak awal, pasien dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga peluang sembuh lebih besar.*