|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kerja sama ekonomi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi mencapai Rp775 miliar dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya hubungan perdagangan antardaerah yang saling menguntungkan. Komoditas unggulan dari sektor perkebunan, pangan, peternakan, dan perikanan menjadi tulang punggung transaksi dalam kerja sama tersebut.
Selain itu, kesepakatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan kerja sama yang dibangun bersama Jawa Timur berlandaskan prinsip kemitraan yang setara. Menurutnya, Riau tidak ingin hanya berperan sebagai daerah tujuan pemasaran, tetapi juga menjadi mitra yang aktif dalam perdagangan antardaerah.
"Melalui kerja sama ini, ada yang dijual dan ada yang dibeli. Kami ingin ini menjadi peluang bagi UMKM agar bisa naik kelas," ujar Syahrial saat ditemui, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri pengolahan dan pangan terbesar di Indonesia. Sementara itu, Riau memiliki kekuatan pada sektor bahan baku, seperti kelapa sawit, kelapa, sagu, pulp, dan kertas, serta didukung letak geografis yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka.
Menurut Syahrial, sinergi kedua provinsi tersebut akan menciptakan hubungan ekonomi yang saling melengkapi sekaligus memperkuat distribusi komoditas dalam negeri.
"Kerja sama ini dampaknya bukan hanya meningkatkan perdagangan antardaerah, tetapi juga memperkuat rantai pasok nasional," katanya.
Dalam pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi tersebut, Riau dan Jawa Timur juga menandatangani 11 perjanjian kerja sama yang mencakup berbagai sektor strategis. Kesepakatan tersebut meliputi bidang perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pengembangan UMKM, investasi, hingga kerja sama dengan organisasi pengusaha perempuan.
Pemerintah Provinsi Riau berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan nilai transaksi perdagangan, tetapi juga mendorong investasi, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua provinsi.*