|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Bersama TNI Angkatan Laut, BI secara resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Pelabuhan Pelindo Dumai, Selasa (21/7/2026).
Menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Lepu 861, tim ekspedisi akan menjalankan misi selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 Juli 2026. Dalam pelayaran tersebut, tim dijadwalkan mengunjungi lima daerah di wilayah kepulauan guna memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan.
Pelepasan Tim ERB 2026 dihadiri Wakil Wali Kota Dumai, Komandan Lanal Dumai, perwakilan Mabes TNI AL, Deputy DPU Bank Indonesia, Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Deputy Kepala BI Riau, Ketua DPRD Dumai, unsur Polres Dumai, Kejaksaan Negeri Dumai, serta pimpinan perbankan yang beroperasi di Kota Dumai.
Peserta ekspedisi terdiri atas personel dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Lhokseumawe, Lampung, Pematang Siantar, serta tim dokumentasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bagian dari mandat Bank Indonesia untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di wilayah 3T, memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
"Bank Indonesia memiliki tugas mengedarkan uang rupiah ke seluruh pelosok negeri. Di Provinsi Riau terdapat 11 wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah," ujar Panji.
Selain menyediakan uang pecahan layak edar, ekspedisi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji, menyebutkan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah menjadi agenda rutin selama tujuh tahun terakhir di Riau.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi solusi atas tantangan geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau terluar dan terpencil.
"Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bentuk sinergi BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan. Tahun ini tim akan berlayar menggunakan KRI Lepu 861 dengan total jarak tempuh sekitar 460 mil laut," jelas Agung.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, mengapresiasi dipilihnya Kota Dumai sebagai titik awal pelepasan ekspedisi. Ia berharap masyarakat di wilayah kepulauan dapat memanfaatkan layanan penukaran uang layak edar yang selama ini sulit dijangkau.
"Kegiatan ini menjadi simbol nyata kehadiran negara. Masyarakat yang selama ini kesulitan menukarkan uang rusak atau memperoleh uang layak edar kini akan lebih mudah mendapatkan layanan tersebut," katanya.
Tidak hanya membawa layanan kas keliling, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya pemantauan ketahanan pangan, pembinaan UMKM, sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, hingga aksi penanaman mangrove di Rupat Utara.
Keberhasilan penyelenggaraan program mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam dua tahun terakhir, Bank Indonesia Provinsi Riau konsisten masuk lima besar terbaik nasional dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan kas hingga ke pelosok negeri sekaligus memperkuat kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan Indonesia.*