|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Kelompok FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Jadirejo Universitas Riau menggelar pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang dikemas dalam program "UMKM Go Digital" ini bertujuan mendorong pelaku UMKM mulai menerapkan sistem pembayaran digital dalam kegiatan usahanya.
Program menyasar pedagang di Wisata Kuliner Cut Nyak Dien dan Pasar Malam Puskopau. Mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari sosialisasi manfaat QRIS, membantu melengkapi persyaratan administrasi, hingga proses pendaftaran agar QRIS dapat digunakan sebagai metode pembayaran non-tunai.
Ketua Kelompok FBN Jadirejo, Tabina Inaya Callysta, mengatakan program tersebut lahir dari hasil pengamatan di lapangan. Menurutnya, masih banyak pedagang yang berminat menggunakan QRIS, tetapi belum mengetahui cara pembuatannya.
"Kami melihat masih banyak pedagang yang sebenarnya sudah tertarik menggunakan QRIS, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Karena itu, melalui program 'UMKM Go Digital' ini kami mendampingi mereka secara langsung, mulai dari menyiapkan persyaratan hingga QRIS dapat digunakan. Semoga pendampingan ini membuat para pelaku UMKM semakin nyaman memanfaatkan transaksi digital dalam menjalankan usahanya," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Pendampingan dilakukan secara door to door agar setiap pedagang memperoleh arahan sesuai kebutuhan. Selain membantu proses pendaftaran, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai kemudahan dan keamanan transaksi digital.
Program ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM yang menilai QRIS mempermudah transaksi dengan konsumen. Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kelurahan Jadirejo karena dinilai mendukung penguatan UMKM dan percepatan digitalisasi ekonomi di lingkungan masyarakat.