Agu 2026
15

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Diskusi LPIP ke-38, 5 Pakar Bedah Masa Depan Pendidikan Islam  di IRGT  Pekanbaru
pekanbaru | Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:41:34 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rls

PEKANBARU-Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) kembali mengupas seputar dunia Islam dan pendidikan anak bangsa. Pada Diskusi LPIP seri ke -38 mengambil tema Masa Depan Pendidikan Islam: Inovasi, Moderasi, dan Penguatan Karakter. Acara  digelar di Gedung Islamic Riau Global Terpadu (IRGT Hall) Jl.Jendral Sudirman Pekanbaru, Sabtu, (01/08/2926).

Diskusi yang diikuti puluhan tokoh dan praktisi pendidikan ini menghadirkan lima pembicara. Masing-masing, Prof.Dr.Alaiddin Koto,MA (Ketua LPIP),  Dr.H.Achmad,M.Si (Anggota DPR-RI), Prof.Dr.Jaswar Koto (Diaspora Indonesia/Direktur Poltek BBC), Prof.Dr.Junaidi,M.Si (Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau/Rektor UNILAK) dan H.Jasman Jaiman,M.Ed (Pendiri Islamic Riau Global Terpadu), dengan moderator Dr.Dian Eka Putra, M.Sy.

Tampak hadir Pakar Hukum UIR, Dr.Husnu Abadi, SH, MH, Ketua ICMI Riau, drg Burhanudin Agung, MM, Sekretaris FKPMR yang juga mantan Sekda Riau, Ahmad Hajazi, Prof.Afrizal dan sejumlah tokoh dan praktisi pendidikan lainnya.

Baca :

Pada pembukaan acara,  Budayawan Riau, Dr.H.Husnu Abadi, SH, MH didaulat tampil membacakan puisi  yang berjudul Kupu-kupu dalam Buku karya Taufiq Ismail. Budayawan yang juga Pakar Hukum dari UIR ini membacakan puisi dengan intonasi dan penghayatan  yang luar biasa sehingga membawa suasana takzim di ruangan acara.

Pendiri Islamic Riau Global Terpadu, Drs.Jasman Jaiman, M.Ed dalam sambutannya saat pembukaan menyebut diskusi LPIP ke-38  ini temanya menarik untuk dibahas dan kebetulan disaat yang sama IRGT sedang merancang program baru  dalam inovasi dan moderasi program  

Sekretaris LPIP,  Dr.Dian Eka Putra, M.Sy mengungkapkan,LPIP sudah berdiri 13 tahun, sudah 38 kali berdiskusi. Diskusi dipilih sebagai jalan perubahan menuju yang lebih baik. Ini belajar dari peradaban Islam di Baqdad Iraq beberapa dekade silam,  Kala itu disana ada Baitul Hikmah banyak tokoh tokoh besar Islam yang berdiskusi disana yang  melahirkan masa keemasan Islam.

"LPIP sudah melaksanakan 38 kali diskusi. Sebelumnya diskusi ke-37 LPIP dilaksanakan di Perlis Malaysia dan selanjutnya Diskusi ke-39 direncanakan dilaksanakan di Dumai yang menghadirkan peserta dari empat negara," papar Dr  Dian.

Lebih jauh disebutkan, LPIP  adalah organisasi independen yang berdiri atas semua golongan. Sejak keberadaanya di Provinsi Riau berbagai kalangan sudah diundang dalam berbagai kegiatan dan diskusi yang diadakan.

Kepala  Balai Guru dan Tenaga Kependidikan  (BGTK) Riau Dikdasmen RI, Riski Bestari, M.Pd berharap diskusi LPIP ke-38 ini dapat memberikan masukan bagi dunia pendidikan khususnya BGTK Dikdasmen RI.

Secara umum diskusi berjalan lancar, Moderator  Dr.Dian Oka Putra,M.Sy membawa acara dengan santai namun serius, sehingga peserta fokus mengikuti pemaparan dari pemateri. Satu demi satu pembicara menyampaikan pandangan tentang masa depan pendidikan Islam

Ketua LPIP, Prof. Dr.Alaidin Koto, MA dalam pembukaan diskusi mengatakan, LPIP menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung pelaksanaan acara. "Pemateri yang hadir adalah tokoh-tokoh yang kompeten dibidangnya. Ada anggota DPR RI, ada diaspora, ada Pajar pendidikan ada Dewan Pendidikan dan ada praktisi Pendidikan," katanya.

Prof Alaidin Koto mengungkapkan, saat ini tenaga pendidikan penuh dengan presure. Banyak kerja-kerja administrasi yang diwajibkan kepada guru sehingga mengurangi fokusnya terkait keahliannya. "Mudah-mudahan pada diskusi  ini ada solusi dan jalan keluar atas persoakan-oersoalan dunia pendidikan dewasa ini," pungkasnya. 

Anggota DPR RI, Dr. Achmad, M. Si lebih menyoroti karakter siswa di dunia pendidikan. Menurutnya saat ini karakter siswa menjadi persoalan penting terutama karakter Islam. Ini bisa dilihat dari minimnya siswa dan pelajar saat sholat subuh di Masjid-masjid. 

Politisi dari Partai Demokrat ini juga mengupas tentang ketimpangan anggaran pendidikan umum dan pendidikan Islam . "Saat ini anggaran pendidikan Umum sekitar Rp600 Triliun, sementara Anggaran Pendidikan Islam dalam APBN hanya sekitar Rp69 Triliun, " katanya.*

Terbaru
Artikel Popular
3
5
politik
hukum
Nasional
Sumatera Dikepung 1.195 Titik...
Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:12:11 WIB