|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau Kelurahan Maharatu menggelar kegiatan Sosialisasi Apotek Sehat dan Demonstrasi Pembuatan Jamu Bubuk Instan di RW 02, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus memperkenalkan inovasi jamu bubuk instan yang praktis dan mudah dibuat di rumah.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua RT 04 RW 02, Zulkarnain. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa FBN Universitas Riau yang menghadirkan program edukasi kesehatan berbasis pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Apotek Sehat dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa terlebih dahulu memperkenalkan lokasi Apotek Sehat yang telah ditanami berbagai jenis tanaman herbal. Tanaman yang diperkenalkan kepada warga di antaranya jahe, kunyit, temulawak, sirih, serai, lengkuas, serta beberapa tanaman obat lainnya yang umum dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Selain mengenalkan jenis tanaman, mahasiswa juga menjelaskan manfaat masing-masing tanaman bagi kesehatan serta cara sederhana membudidayakannya di pekarangan rumah.
Mahasiswa FBN, Kharisma, menjelaskan bahwa tanaman herbal memiliki banyak manfaat sebagai alternatif penanganan awal untuk keluhan kesehatan ringan. Menurutnya, jahe merupakan salah satu tanaman yang kaya antioksidan sehingga dapat membantu menghangatkan tubuh serta meredakan gejala seperti meriang, batuk, dan pilek.
"Kita punya alternatif alami yang bisa diolah sendiri, misalnya menjadi wedang jahe. Selain lebih aman jika digunakan dengan benar, tanaman herbal juga merupakan warisan turun-temurun yang harus kita jaga. Indonesia kaya akan rempah, sehingga kami ingin memotivasi masyarakat untuk mulai menanam tanaman obat di rumah," ujar Kharisma.
Ia juga menjelaskan bahwa Apotek Sehat tidak memerlukan lahan yang luas. Tanaman herbal dapat ditanam di halaman rumah, pot, polybag, maupun rak vertikal sehingga tetap dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki pekarangan terbatas. Selain membantu memenuhi kebutuhan obat tradisional keluarga, keberadaan tanaman herbal juga dapat memperindah lingkungan, mengurangi pengeluaran rumah tangga, bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan apabila hasil panennya diolah atau dijual.
Setelah sesi sosialisasi Apotek Sehat, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan jamu bubuk instan berbahan dasar rempah. Mahasiswa memperkenalkan dua varian jamu, yaitu jahe dan temulawak. Dalam demonstrasi tersebut dijelaskan bahwa jamu bubuk instan merupakan inovasi yang dibuat sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi jamu tanpa harus melalui proses pembuatan yang rumit setiap hari.
Mahasiswa menjelaskan bahwa berbeda dengan jamu segar yang umumnya hanya bertahan dalam waktu singkat, jamu bubuk instan dapat disimpan hingga sekitar tiga bulan apabila ditempatkan dalam wadah tertutup dengan baik. Cara penyajiannya pun cukup sederhana, yaitu hanya dengan menyeduh bubuk jamu menggunakan air hangat sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi kapan saja.
Selain memperagakan proses pembuatannya, mahasiswa juga menjelaskan bahwa penggunaan gula pasir dengan perbandingan 1:1 terhadap rempah berfungsi sebagai pengkristal alami sekaligus membantu menjaga daya simpan produk tanpa menggunakan bahan pengawet kimia. Penjelasan tersebut mendapat perhatian dari warga yang mengikuti kegiatan.
Calon Ketua RW 02 Kelurahan Maharatu, Aman Makmur, yang juga berlatar belakang ilmu gizi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa FBN Universitas Riau. Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui bahan-bahan alami yang mudah diperoleh.
Pada akhir kegiatan, warga diberikan kesempatan mencicipi jamu bubuk instan varian jahe dan temulawak yang telah dibuat oleh mahasiswa. Antusiasme warga terlihat saat mencoba hasil olahan tersebut sekaligus berdiskusi mengenai manfaat tanaman herbal serta cara pembuatannya agar dapat dipraktikkan sendiri di rumah.
Melalui kegiatan Sosialisasi Apotek Sehat dan Demonstrasi Pembuatan Jamu Bubuk Instan, mahasiswa FBN Universitas Riau berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai Apotek Sehat serta melestarikan pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga secara mandiri. Program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus melestarikan kekayaan rempah dan pengetahuan pengobatan tradisional yang dimiliki Indonesia. *