|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat tingginya permintaan layanan penyelamatan satwa liar sepanjang pertengahan tahun 2026. Hingga awal Agustus, petugas telah mengevakuasi 72 ekor ular yang ditemukan masuk ke rumah maupun lingkungan permukiman warga.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan ular yang berhasil dievakuasi berasal dari berbagai jenis, mulai dari piton hingga kobra. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri keberadaan ular karena dapat membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menangkap ular ketika mendapati ada ular masuk ke dalam rumah. Segera hubungi petugas DPKP agar penanganannya dilakukan secara aman,” ujar Zarman, Kamis (6/8).
Selain evakuasi ular, DPKP juga menangani 23 kasus penyelamatan biawak yang ditemukan di kawasan permukiman warga. Laporan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru.
Menurut Zarman, layanan penyelamatan yang diberikan DPKP tidak hanya berfokus pada reptil. Petugas juga kerap menerima permintaan bantuan untuk menangani satwa lain seperti lebah, tawon, musang, anjing, hingga kucing yang dinilai mengganggu atau berpotensi membahayakan masyarakat.
Ia menjelaskan, tugas penyelamatan DPKP mencakup berbagai kondisi darurat nonkebakaran. Karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut ketika membutuhkan penanganan yang cepat dan aman.
“Tim kami juga sering membantu berbagai penyelamatan nonkebakaran, seperti pelepasan kunci atau gembok, membuka pintu rumah yang terkunci, mengambil telepon seluler yang jatuh ke parit, hingga mengevakuasi sepatu yang tersangkut di balkon,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga kerap membantu proses evakuasi kendaraan, termasuk mobil yang terperosok maupun mengalami kendala di lokasi tertentu.
Zarman menegaskan layanan penyelamatan DPKP dapat diakses masyarakat Kota Pekanbaru kapan saja saat menghadapi kondisi darurat, baik yang berkaitan dengan satwa liar maupun kejadian penyelamatan lainnya.
Banyaknya laporan evakuasi ular menunjukkan interaksi antara satwa liar dan kawasan permukiman masih cukup tinggi. Kondisi ini umumnya terjadi di wilayah yang berdekatan dengan semak belukar, lahan kosong, maupun habitat alami reptil.
DPKP pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan.*