|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Riau membawa kekayaan wastra dan kreativitas daerah ke panggung nasional melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Jakarta.
Keduanya adalah Rumah Tenun Kampung Bandar dan Sakinah by Thiffa Qaisty. Kehadiran dua UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Riau sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung semangat "Beudaya Meusare Sare" yang berasal dari Aceh dan bermakna "Berdaya, Bersama-sama", ajang ini menjadi ruang sinergi untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar UMKM.
Dengan tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", KKI tahun ini melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis dari berbagai unsur, mulai dari asosiasi, perbankan, pelaku usaha hingga masyarakat.
Penguatan UMKM dalam KKI 2026 diarahkan pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bangkit mencerminkan semangat pemulihan UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan.
Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan berdaya saing diperkuat melalui inovasi produk dan perluasan pasar, baik domestik maupun ekspor.
Salah satu UMKM Riau yang tampil adalah Rumah Tenun Kampung Bandar, brand dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pucuk Rebung.
Rumah Tenun Kampung Bandar konsisten menjaga keberlanjutan tradisi tenun Melayu Riau dengan mengembangkan beragam produk kain tenun untuk bahan pakaian hingga songket.
Dalam KKI 2026, salah satu produk yang ditampilkan menggunakan teknik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan pengembangan motif khas Riau serta pemanfaatan pewarna alam.
Produk tersebut tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan upaya pelestarian budaya yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sakinah by Thiffa Qaisty membawa pendekatan berbeda dalam mengembangkan kekayaan wastra Riau.
Brand fesyen muslim ready to wear deluxe asal Pekanbaru ini mengusung karakter urban dan futuristik. Produk-produknya memadukan tekstil tradisional Indonesia, seperti tenun dan batik, dengan desain modern, sulaman tangan, serta payet.
Pendekatan tersebut membuat kekayaan budaya lokal tampil lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pasar. Di saat yang sama, inovasi desain turut meningkatkan nilai tambah ekonomi produk wastra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, mengatakan keikutsertaan UMKM Riau dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya membawa potensi lokal ke pasar yang lebih luas.
"Partisipasi UMKM Riau dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membawa potensi lokal ke tingkat yang lebih luas. Kami ingin produk UMKM Riau tidak hanya dikenal karena keunikan budayanya, tetapi juga mampu memiliki nilai tambah, kualitas, dan daya saing," ujar Panji.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11. Tahun ini, lebih dari 550 UMKM ambil bagian dalam pameran luring, sementara pameran daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
"Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring," terangnya.
Selama empat hari penyelenggaraan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Di antaranya talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan, serta berbagai kegiatan yang memperkuat interaksi dan ekosistem UMKM.
"Melalui KKI 2026, Bank Indonesia terus mendorong sinergi lintas sektor agar UMKM Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing di pasar nasional hingga global," sebutnya.
Bagi Riau, kehadiran Rumah Tenun Kampung Bandar dan Sakinah by Thiffa Qaisty menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya daerah dapat terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.*