|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Persediaan akan segera didistribusikan ke wilayah yang terdampak, termasuk Kabupaten Pelalawan yang saat ini menjadi salah satu daerah dengan sebaran titik panas tertinggi.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, stok masker yang tersedia harus segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun tetap dikelola agar mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
"Stok masker kita ada 110 ribu. Sampai November nanti, kita harus cukup stok," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).
Ia menyebutkan, Pemprov Riau mulai menyalurkan bantuan ke Kabupaten Pelalawan pada Senin (24/8/2026). Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa masker, tetapi juga obat-obatan serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya.
"Besok kita akan menyalurkan berbagai bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam yang bertugas di lapangan," ujarnya.
Menurut SF Hariyanto, distribusi bantuan akan diprioritaskan ke daerah yang membutuhkan. Pemprov Riau juga terus menghitung kebutuhan agar persediaan perlindungan kesehatan tetap tersedia apabila kondisi kabut asap berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.
Di sisi lain, Pemprov Riau juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat stok masker dan kebutuhan kesehatan. Dinas Kesehatan Riau telah menyurati kementerian terkait untuk mengajukan tambahan bantuan.
"Sampai November nanti, stok masker kita harus cukup. Ini Dinas Kesehatan sudah bersurat juga ke Kementerian untuk mengajukan bantuan, Alhamdulillah direspons baik," kata SF Hariyanto.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul potensi meningkatnya kebutuhan masker dan obat-obatan apabila sebaran asap karhutla meluas. Perlindungan juga diberikan kepada personel pemadam yang masih berjibaku menangani kebakaran di lapangan.
Selain masyarakat umum, perhatian khusus diarahkan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan balita, yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, tercatat 355 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 216 titik.
Kondisi tersebut membuat Pemprov Riau terus memperkuat langkah penanganan karhutla sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat. Distribusi masker, obat-obatan dan dukungan bagi tim pemadam menjadi bagian dari upaya memastikan dampak asap dapat ditekan, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas yang tinggi.*