|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi ini diikuti penurunan kualitas udara yang membuat Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru pada Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB tercatat 148,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori Tidak Sehat.
Kondisi tersebut merupakan kelanjutan dari memburuknya kualitas udara pada Minggu (23/8/2026). Dalam pemantauan BMKG pukul 17.00 hingga 21.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru berada pada kisaran 170,2 hingga 235,7 µg/m³, yang masuk kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.
Di tengah kondisi udara tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memutuskan pembelajaran tatap muka bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta pada Senin (24/8/2026) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring dari rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menegaskan kebijakan tersebut bukan berarti peserta didik diliburkan. Proses pembelajaran tetap berlangsung, tetapi dilakukan dari rumah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.
“Anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah. Kebijakan ini kita ambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap,” ujar Abdul Jamal.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/2796/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.
Abdul Jamal mengatakan, selama pembelajaran daring, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan lain yang mengharuskan kehadiran secara langsung.
Sekolah juga diminta melaksanakan pembelajaran secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik, dengan tetap memastikan proses belajar berjalan sebagaimana mestinya.
Anak Diminta Tetap di Rumah
Selain mengatur pola pembelajaran, Disdik Pekanbaru meminta orang tua atau wali memastikan anak tetap berada di dalam rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Abdul Jamal mengingatkan, perubahan pembelajaran menjadi daring jangan sampai membuat anak justru lebih banyak beraktivitas di luar rumah.
“Jangan sampai karena tidak datang ke sekolah, anak-anak justru bermain di luar rumah. Kami minta orang tua menjaga anak-anak tetap di rumah. Kalau memang ada keperluan mendesak untuk keluar, gunakan masker,” katanya.
Dinas Pendidikan juga mengimbau satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama serta kementerian/lembaga lainnya di Kota Pekanbaru untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.
MBG Tetap Berjalan
Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di sekolah penerima tetap berjalan.
Abdul Jamal mengatakan, pihak sekolah diminta menghubungi orang tua atau wali untuk mengambil MBG di sekolah. Pengambilan dilakukan oleh orang tua atau wali, bukan oleh peserta didik.
“MBG tetap diberikan kepada anak-anak. Pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali untuk mengambilnya ke sekolah. Jadi anak-anak tetap berada di rumah dan MBG tetap bisa mereka konsumsi,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya, Dinas Pendidikan Pekanbaru masih menunggu perkembangan kualitas udara dan informasi dari BMKG serta instansi terkait.
Jika kondisi udara membaik, pola pembelajaran akan disesuaikan kembali. Namun, jika kualitas udara masih tidak sehat, kebijakan pembelajaran dari rumah dapat kembali dipertimbangkan.*