Sep 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Buaya Muara Terkam Warga Renak Dungun, Korban Alami Luka Gigitan Pada Kaki
meranti | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:27:25 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : mediacentre.riau
ilustrasi

SELATPANJANG — Buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberangi Sungai Sendewo, Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (28/8/2026) pukul 09.30 WIB. Korban selamat dari insiden tersebut meski mengalami luka gigitan pada kaki sebelah kiri akibat serangan mendadak saat menggunakan rakit.

Korban  menjalani pemulihan di kediamannya yang berlokasi di Dusun III Rintis, Desa Renak Dungun. Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan korban serta memberikan pendampingan.

Camat Pulau Merbau, Hermansyah, S.H., membenarkan adanya insiden penyerangan satwa liar tersebut kepada media pada Minggu (30/8/2026). Ia menyebutkan bahwa kasus penyerangan buaya muara di wilayahnya ini bukan merupakan peristiwa pertama.

Baca :

"Kejadian ini yang kedua kalinya. Alhamdulillah warga selamat," kata Hermansyah.

Hermansyah menjelaskan bahwa insiden serupa sebelumnya pernah menimpa warga dari Desa Tanjung Bunga di kawasan perairan yang sama. Kerawanan tersebut menjadi perhatian serius mengingat tingginya ketergantungan warga terhadap jalur sungai untuk transportasi, menyeberang, hingga mencari ikan.

Pihak kecamatan telah meneruskan laporan resmi terkait kemunculan dan serangan buaya tersebut kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Kepulauan Meranti. Laporan tersebut selanjutnya dikoordinasikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau untuk penanganan teknis.

"Udah saya laporkan ke Basarnas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk diteruskan ke BKSDA Provinsi Riau," ujarnya.

Guna mencegah jatuhnya korban susulan, Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau merilis imbauan kewaspadaan melalui tingkat desa hingga kepala dusun. Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan mandiri yang membahayakan jika melihat keberadaan buaya di sekitar pemukiman atau jalur aktivitas.

"Langkah awal sudah disampaikan lewat Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa termasuk Kadus agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sungai," katanya.

Pemerintah setempat menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memantau pergerakan satwa liar tersebut. Warga diimbau segera melaporkan setiap temuan kemunculan buaya kepada perangkat desa demi menjaga keselamatan bersama.

"Untuk masyarakat, kami mengimbau agar selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sungai. Jangan mengambil risiko, karena keselamatan warga yang paling utama," tegas Hermansyah.*

Terbaru
potensa
PT Rimba Lazuadi Berikan Pelatihan Dan Bentuk MPA
Sabtu, 12 September 2026 | 20:54:32 WIB
potensa
PT RLZ Salurkan Program CD di Wilayah Operational
Sabtu, 12 September 2026 | 20:50:49 WIB
etalase
XLSMART Perkuat Konektivitas Global Indonesia Melalui CANDLE Cable System
Sabtu, 12 September 2026 | 13:05:55 WIB
siak
Brimob Riau Tangani Karhutla di Dayun Siak, Cegah Api Meluas
Sabtu, 12 September 2026 | 10:18:25 WIB
Artikel Popular
1
politik
Projo Riau Bagikan 7.000 Masker di Jalan Sudirman...
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:27:11 WIB
hukum
65 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di...
Kamis, 10 September 2026 | 21:53:00 WIB
Nasional
Status Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga Level...
Minggu, 6 September 2026 | 21:12:01 WIB