Sep 2026
02

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HUT ke-81 Kejaksaan, Jaksa Agung Tekankan Pemulihan Kepercayaan Publik dan Integritas
hukum | Rabu, 2 September 2026 | 11:28:32 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU — Kejaksaan Republik Indonesia memperingati Hari Lahir ke-81 dengan pesan tegas tentang pentingnya mengembalikan kepercayaan publik. Seluruh insan Adhyaksa diminta memperkuat integritas, menjaga marwah institusi, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan humanis.

Pesan tersebut disampaikan Jaksa Agung Republik Indonesia dalam amanat yang dibacakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau I Dewa Gede Wirajana pada upacara Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor Kejati Riau, Rabu (2/9/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”

Baca :

Dalam amanatnya, Jaksa Agung mengakui perjalanan Kejaksaan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dari dalam dan luar institusi disebut berulang kali menguji Kejaksaan.

Kondisi tersebut menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

“Sudahkah kita berada di jalan yang benar? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa?” demikian pertanyaan yang disampaikan Jaksa Agung dalam amanatnya.

Ia menegaskan Kejaksaan tidak boleh larut dalam keterpurukan. Setiap keterpurukan harus menjadi titik balik menuju keadaan yang lebih baik.

Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa bangkit bersama, memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan Kejaksaan mampu melewati setiap ujian sehingga menjadi semakin kuat.

Menurutnya, kebangkitan Kejaksaan tidak dapat lahir dari satu orang, satu kebijakan, atau satu generasi. Hal itu hanya dapat terwujud apabila seluruh insan Adhyaksa memiliki kesediaan berjalan bersama.

Karena itu, soliditas dan solidaritas menjadi hal yang ditekankan. Tidak boleh ada ego pribadi maupun kelompok. Keberhasilan Kejaksaan merupakan hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu.

Jaksa Agung juga mengingatkan jajaran agar tidak meninggalkan rekan ketika menghadapi kesulitan dan tidak menjatuhkan sesama demi kepentingan pribadi, ambisi, atau kelompok tertentu.

Integritas Jadi Harga Mati

Pesan paling kuat dalam amanat tersebut adalah soal integritas. Jaksa Agung menyebut kepercayaan publik sebagai kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga melalui integritas, profesionalitas, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Setiap insan Adhyaksa disebut sebagai cermin institusi. Sikap, tutur kata, dan perilaku personel Kejaksaan tidak hanya mencerminkan pribadi, tetapi turut menentukan marwah dan kewibawaan institusi di mata publik.

“Integritas adalah harga mati yang harus selalu kita junjung tinggi,” tegasnya.

Jaksa Agung meminta seluruh jajaran menjaga integritas, mengedepankan kesederhanaan, serta memelihara kehormatan dan wibawa institusi dalam setiap langkah.

Ia juga memberikan peringatan tegas agar jajaran tidak meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi.

“Jangan pernah meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi,” pesannya.

Menurutnya, tindakan sekecil apa pun dapat menggadaikan martabat Kejaksaan yang telah dijaga bersama.

Seragam dan pangkat yang dikenakan insan Adhyaksa juga disebut bukan sekadar atribut, melainkan simbol kehormatan dan amanah. Karena itu, kewenangan harus dijalankan dengan rendah hati dan setiap orang dihormati secara wajar.

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan tahun ini juga memiliki perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya upacara peringatan menggunakan Pakaian Dinas Upacara I (PDU-I), tahun ini peserta mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Penggunaan PDL bukan sekadar perubahan seragam. Dalam amanat Jaksa Agung, PDL melambangkan kesiapsiagaan insan Adhyaksa dalam menghadapi setiap keadaan.

Di tengah berbagai ujian yang dihadapi, jajaran Kejaksaan diingatkan untuk selalu siap hadir, bekerja, dan mengabdi kapan pun negara dan masyarakat membutuhkan.

Selain itu, Jaksa Agung menekankan perlunya transformasi dalam sistem penegakan hukum. Transformasi sistem penuntutan dan penguatan peran Advocaat Generaal disebut sebagai salah satu agenda strategis dan game changer dalam mewujudkan transformasi penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam RPJPN 2025–2045.

Kejaksaan juga diminta memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan lembaga penegak hukum lain, kementerian/lembaga pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, serta berbagai pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut harus tetap dilakukan dengan saling menghormati kewenangan masing-masing, tanpa kehilangan independensi, objektivitas, dan integritas sebagai penegak hukum.

Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung

Sebagai tindak lanjut dari pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut, Jaksa Agung menyampaikan tujuh Perintah Harian yang disebut bukan sekadar instruksi administratif, melainkan panduan moral dan profesional yang harus dihayati dan diamalkan dalam setiap langkah pengabdian.

1. Terapkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

2. Kembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberikan manfaat serta keadilan kepada masyarakat.

3. Dukung Asta Cita serta sukseskan program prioritas maupun direktif Presiden sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

4. Gunakan hati nurani dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan.

5. Bangun sinergi yang harmonis dan wujudkan kolaborasi yang produktif antarkementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.

6. Junjung tinggi kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.

7. Tingkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum dengan cepat dan tepat dalam bertindak menghadapi perubahan situasi.

Ketujuh perintah tersebut menjadi penekanan utama Jaksa Agung dalam momentum Hari Lahir Kejaksaan ke-81.

Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat integritas, menjaga kehormatan institusi, meningkatkan kualitas penegakan hukum, serta merespons perkembangan masyarakat dan hukum.

Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa menjadikan peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 sebagai titik tolak untuk memperbarui semangat pengabdian dan dedikasi kepada bangsa dan negara.

“Kita adalah ujung tombak penegakan hukum dan kita juga lah pengawal kedaulatan hukum,” tutupnya. *

Terbaru
potensa
PT AA Mitigasi dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dengan Beternak Baung
Rabu, 2 September 2026 | 11:09:23 WIB
pekanbaru
Juli, 22.452 Wisman Kunjungi Riau
Rabu, 2 September 2026 | 09:16:39 WIB
pekanbaru
Organisasi Konsultan Pajak Ikuti Sosialisasi PMK Nomor 44 Tahun 2026
Rabu, 2 September 2026 | 00:01:35 WIB
potensa
PT Inti Indosawit - Riau Bagikan Ribuan Masker di Pangkalan Kerinci
Selasa, 1 September 2026 | 20:39:33 WIB
inhu
Pemkab Inhu Terima Kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI
Selasa, 1 September 2026 | 20:05:18 WIB
etalase
Pakar Ingatkan Satgas Migas, Percepat Solusi, Jangan Jadi Beban PHR
Selasa, 1 September 2026 | 20:00:30 WIB
华 闻
Meriahkan HUT RI, PSMTI Riau Gelar Donor...
Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:47:03 WIB
IKPI dan IKTS Kumpulkan Ratusan Kantong...
Senin, 24 Agustus 2026 | 00:08:57 WIB
Artikel Popular
1
politik
Projo Riau Bagikan 7.000 Masker di Jalan Sudirman...
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:27:11 WIB
Yopi Arianto: Nasdem Riau Dukung Pembangunan Tol...
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:33:44 WIB
hukum
Nasional
Hari Ini, 2.945 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatera...
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:12:55 WIB
Terdapat 1.104 Titik Panas di Pulau Sumatera...
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:35:09 WIB