Okt 2026
15

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Warga Pekanbaru Diminta Waspadai Dampak Buruk Asap Karhutla
pekanbaru | Jumat, 4 September 2026 | 11:29:55 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : mediacentre.riau
ilustrasi

PEKANBARU — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru, Riau, melonjak hingga 300 kasus per hari akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (4/9/2026). Lonjakan signifikan ini terjadi selama masa tanggap darurat karhutla dibandingkan kondisi normal yang rata-rata hanya mencapai 100 kasus harian.


Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla yang memicu penurunan kualitas udara. Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial mengingat kondisi kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih fluktuatif dari waktu ke waktu.

"Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Markarius Anwar, Jumat (4/9/2026).

Baca :

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengonfirmasi sebanyak 706 warga terdiagnosis mengidap penyakit ISPA selama penetapan status tanggap darurat. Selain ISPA, petugas medis juga menemukan puluhan kasus gangguan kesehatan lain akibat pajanan polusi asap karhutla.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menyebutkan sebanyak 33 warga mengalami iritasi kulit dan 23 warga mengidap penyakit asma. Selain itu, pihak fasilitas kesehatan mencatat lima pasien menderita pneumonia serta 15 pasien mengalami konjungtivitis atau iritasi mata merah.

"Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit dan asma," kata Dedy Sambudi.

Sebagian besar pasien dilaporkan menjalani perawatan secara rawat jalan pada 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Fasilitas pelayanan kesehatan primer tersebut dikerahkan secara optimal untuk menangani gangguan kesehatan warga selama masa krisis udara.

Penurunan kualitas udara secara drastis akibat kepungan asap dipastikan menjadi faktor utama pemburuk derajat kesehatan masyarakat setempat. Pihak otoritas kesehatan terus memantau perkembangan kasus harian guna mengantisipasi lonjakan pasien yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.*

Terbaru
inhu
Pemkab Inhu Dukung Pelaksanaan LCTP Bagi Pelajar SMA
Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:04:34 WIB
potensa
Terbitkan Kartu Anggota Digital, IKLA-RGS Teken MoU dengan Bank Nagari
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:52:00 WIB
pekanbaru
Riau Dapat Tambahan 87 Dapur MBG
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:42:45 WIB
rohil
Lantik Puluhan Pejabat, Ini yang Dikatakan Bupati Bistamam
Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:12:23 WIB
potensa
UMKM Binaan EMP Meriahkan Helat Pelalawan 2026
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:00:11 WIB
pekanbaru
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:00:00 WIB
pekanbaru
11.707 Masyarakat Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:39:49 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
4
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB