|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

TELUKKUANTAN - Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), yang didukung oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper atau RAPP (APRIL Group) menjadi juara pertama pada Festival Pacu Jalur Tradisional Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kuansing, Riau.
Prestasi itu diraih Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dengan penuh perjuangan. Dari 204 buah jalur yang ikut serta pada Pacu Jalur 2026, hanya tersisa 13 jalur untuk berlaga dalam pertandingan babak final yang berlangsung pada Minggu (23/8).
Dari 13 jalur itu, dua jalur di antaranya didukung oleh PT RAPP. Masing-masing Jalur
Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti dan Jalur Sarijadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuansing.
Dalam Pacu Jalur 2026, PT RAPP sejatinya mensponsori tiga buah jalur. Namun, satu jalur lainnya yakni Limbago Sati Rantau Kuantan dari Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, kalah dari Jalur Pendekar Mudo dari Desa Seberang Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, pada hari pertama pertandingan pada pekan lalu.
Sementara itu, dari dua jalur yang melaju ke babak final, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi meraih juara pertama, sedangkan Jalur Sarijadi Gementar Alam harus puas menempati posisi keenam.
Dalam pacu final yang seru dan dinantikan penonton, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi berhasil mengalahkan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dari Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing yang merupakan juara pertama Pacu Jalur 2025. Bintang Emas Cahaya Intan 2023 pun harus puas sebagai runner up pada Pacu Jalur Tahun ini.
Sedangkan, perebutan juara ketiga dan keempat berpacu Jalur Panglimo Rimbo Piako dari Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Jalur Pangeran Hilir Rantau Kuantan dari Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kuansing. Laga ini dimenangkan oleh Panglimo Rimbo Piako.
Adapun Jalur Sarijadi Gementar Alam akhirnya mendapat juara keeenam. Sebab, di babak perempat final (8 besar), jalur tersebut dikalahkan Jalur Panglimo Rimbo Piako dari Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, Inhu.
Perjalanan dua jalur yang didukung PT RAPP dari hari pertama hingga final tidak lah mudah. Pada hari pertama, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mengalahkan Jalur Tuah Serikandi Rantau Kuantan. Selanjutnya, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mengalahkan Jalur Sangkiang Indah.
Pada hari keempat, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mengalahkan Jalur Upae Saghok Ghimbo pada putaran pertama. Pada putaran kedua, mengalahkan Jalur Nona Seroja Bhayangkara Riau.
Pada hari kelima atau babak final, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mendapat undian bay pada putaran pertama. Sementara pada putaran kedua atau perempat final melawan Jalur Rajo Bujang. Pada babak semifinal mengalahkan Jalur Pangeran Hilir Rantau Kuantan.
Begitu juga dengan Jalur Sarijadi Gemetar Alam pada hari pertama mengalahkan Jalur Bujang Gaga Cahayo Nagoghi. Pada putaran kedua, mengalahkan Jalur Jitu Kuantan.
Pada hari keempat, Jalur Sarijadi Gementar Alam mengalahkan Jalur Siluman Ulagh Bidai Lubak Patin pada putara pertama. Pada putaran kedua, Jalur Sarijadi mengalahkan Jalur Rajo Tunggal Librian.
Pada hari final, Jalur Sarijadi Gementar Alam melawan Jalur Panglima Tasik Indang Bunian di putaran pertama. Laga seru ini dimenangkan Sarijadi Gementar Alam. Namun, langkah Sarijadi Gementar Alam terhenti pada putaran kedua karena dikalahkan Jalur Panglimo Rimbo Piako.
GM SHR RAPP Wan Moh Jakh Anza mengatakan, dukungan terhadap Pacu Jalur merupakan salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan bersama masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
“Pacu Jalur memiliki nilai yang sangat kuat bagi masyarakat Kuantan Singingi. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, tradisi ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang melibatkan banyak pihak. Kami ingin terus mengambil bagian dalam mendukung keberlangsungan tradisi ini agar nilai-nilainya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dalam Pacu Jalur terlihat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan perlombaan. Pembuatan jalur, persiapan tim, hingga penyelenggaraan perlombaan melibatkan partisipasi masyarakat sehingga tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kuansing.
Sejalan dengan itu, RAPP juga memberikan dukungan kepada tiga jalur yang berada di wilayah operasional perusahaan dan berpartisipasi pada Pacu Jalur Nasional 2026.
Dukungan juga diberikan untuk penyelenggaraan Pacu Jalur tingkat rayon yang dilaksanakan menjelang event Pacu Jalur Nasional. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya RAPP untuk turut mendukung tahapan kegiatan Pacu Jalur di tingkat masyarakat sebelum memasuki perhelatan utama.
Selain menjadi bagian dari agenda budaya masyarakat Kuansing, Pacu Jalur juga memiliki daya tarik yang lebih luas dan menjadi salah satu kegiatan yang memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah. Karena itu, keberlangsungan tradisi ini membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak pendukung lainnya.
Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal tersebut sejalan dengan filosofi 5C yang menjadi landasan APRIL Group, yakni Good for Community, Good for Country, Good for Climate, Good for Customer, dan Good for Company. Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan dalam menjalankan kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dalam penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Nasional 2026, dukungan RAPP secara keseluruhan mencapai Rp350 juta. Dukungan tersebut mencakup kontribusi untuk penyelenggaraan Pacu Jalur, penyediaan seragam panitia, bantuan sarana kebersihan berupa 100 unit sarana kebersihan melalui CD RAPP kepada Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, dukungan kepada tiga jalur di wilayah operasional perusahaan yang mengikuti event Pacu Jalur Nasional 2026, serta dukungan dana untuk penyelenggaraan Pacu Jalur tingkat rayon.
Melalui dukungan tersebut, RAPP berharap dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuansing dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Pacu Jalur sebagai tradisi yang memiliki nilai budaya sekaligus memperkuat kebersamaan. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari Pacu Jalur diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.*