|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA – Memasuki hari keempat operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian setelah speed boat yang ditumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang,
Pada Jumat (11/9), pencarian dilakukan secara masif dengan membagi wilayah operasi menjadi sejumlah sektor, melibatkan berbagai unsur dan sarana laut serta dukungan udara. Pencarian difokuskan di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga area yang lebih luas di Selat Sunda.
Unsur yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, TB Gunung Santri serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Selain pencarian melalui jalur laut, Tim SAR juga mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara.
Pada sektor khusus, KN SAR Tetuka 247 melaksanakan pencarian visual di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau dengan dukungan drone.
Sementara RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sertung dan wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian juga diperluas ke sejumlah sektor lainnya. KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang melaksanakan penyisiran sesuai area pencarian yang telah ditentukan.
Dukungan udara dilakukan melalui Sektor H dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter HR-3604 melaksanakan pencarian dari udara setelah lepas landas dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB dan melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan hingga kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.
Hingga berakhirnya pencarian hari keempat, delapan orang masih berstatus dalam pencarian (DP). Belum terdapat informasi mengenai penemuan korban maupun tanda-tanda keberadaan survivor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., mengatakan Tim SAR Gabungan terus memperluas dan mengoptimalkan metode pencarian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Hari keempat ini, pencarian terus kami perluas, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur bekerja sesuai sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan helikopter dan drone untuk memperbesar jangkauan pemantauan,” ujar Al Amrad.
Ia menambahkan, pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil dan delapan orang masih dalam pencarian. Kami akan terus melakukan upaya terbaik, mengevaluasi setiap hasil penyisiran dan menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi membantu menemukan para survivor,” ungkapnya.*