|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI - Kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai, Rabu (7/10/2026) pagi, semakin tebal. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah menurun hingga masuk kategori tidak sehat.
Di tengah kondisi itu, PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai bergerak membagikan masker gratis kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di luar rumah.
Pembagian masker berlangsung di Jalan Putri Tujuh, tepat di depan SPBU COCO Kota Dumai. Sejumlah masyarakat yang melintas mendapatkan masker sebagai upaya perlindungan dari paparan asap.
GM Kilang Pertamina Dumai Iwan Kurniawan melalui Manager HSSE Syahrial Okzani mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar wilayah operasional Kilang Dumai.
“Pertamina terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak karhutla seperti kabut asap dan lainnya,” ujar Syahrial.
Menurut Syahrial, perhatian Pertamina tidak hanya tertuju pada aspek operasional perusahaan, tetapi juga terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ia berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat melindungi diri ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Kabut asap yang semakin tebal juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan di Kota Dumai.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai menginstruksikan sekolah untuk mempersingkat kegiatan belajar mengajar tatap muka pada Rabu.
Kepala Disdikbud Kota Dumai Mukhlis Suzantri mengatakan, seluruh kepala sekolah mulai jenjang TK, SD hingga SMP telah diminta melaksanakan pembelajaran tatap muka hanya setengah hari.
“Saya sudah instruksikan kepada setiap kepala sekolah, TK, SD dan SMP di Kota Dumai untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka hanya setengah hari, melihat kondisi udara sudah masuk ke tahap tidak sehat,” katanya.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap.
Tak hanya mempersingkat pembelajaran pada Rabu, Disdikbud Dumai juga akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Kamis (8/10/2026).
“Untuk besok Kamis, kami sudah instruksikan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau pembelajaran jarak jauh. Untuk hari ini Rabu, proses pembelajaran dilaksanakan setengah hari,” jelas Mukhlis. (*)